Alokasi elpiji bersubsidi bantul naik dua persen

id elpiji bersubsidi

Stok gas elpiji (Foto Antara)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan alokasi elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram untuk daerah itu pada 2018 mengalami kenaikan dua persen dibandingkan dengan pada 2017.

"Kami sudah komunikasi dengan Pertamina Semarang, bahwa jumlah elpiji tiga kilogram atau yang bersubsidi itu dari tahun 2017 ke 2018 ada kenaikan dua persen," kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanto Hadi di Bantul, Senin.

Pihaknya tidak menyebutkan selisih alokasi elpiji tiga kilogram dari tahun lalu ke tahun ini, akan tetapi kuota yang diberikan Pertamina pada 2018 sebanyak 9.031.000 tabung atau sekitar 27 matrik ton dalam satuan gas.

Ia menjelaskan kenaikan alokasi atau kuota elpiji itu karena berbagai faktor, seperti pertumbuhan industri mikro dan rumah tangga pengguna bahan bakar bersubsidi. Informasi kenaikan itu diketahui beberapa waktu lalu.

"Dan untuk elpji ini baru mau kita rapatkan minggu depan bersama Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas). Nanti akan kita alokasikan agar titik-titik lokasi di Bantul itu tidak ada kelangkaan," katanya.

Subiyanta menjelaskan berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya dengan model distribusi elpiji yang dibagi rata dalam 12 bulan, sempat terjadi gejolak pada bulan-bulan tertentu saat permintaan tinggi.

"Kan ada bulan-bulan yang butuh banyak elpji, ini yang akan kita sepakati. Artinya Bantul dengan kuota 9.031.000 elpiji tiga kilogram itu akan kita bagi berapa agennya di 17 kecamatan, nanti kita atur Januari sampai Desember tidak sama alokasinya," katanya.

Ia mencontohkan pada bulan bertepatan dengan menjelang Idul Fitri dan pada liburan Natal, alokasinya berbeda dengan bulan-bulan biasa, dan secera detail alokasikanya akan dirapatkan.

"Nanti akan kita alokasikan sesuai dengan prediksi agar tidak ada kelangkaan, karena tahun-tahun lalu ada bulan yang kelebihan tapi di bulan-bulan tertentu kekurangan. Ini akan kita kondisikan seperti itu," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar