Dinas: 1.632 hektare sawah terdampak penutupan irigasi Kalibawang

id lahan pertanian

Ilustrasi lahan sawah (Foto Antara)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat seluas 1.632 hektare lahan sawah terkena dampak penutupan saluran irigasi Kalibawang karena dalam tahap perbaikan.

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan Bidang Tanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Wazan Mudzakir di Kulon Progo, Senin, mengatakan penutupan irigasi Kalibawang dilakukan dari 15 April-akhir Juli 2018 atau sekitar 3,5 bulan.

"Luas lahan sawah yang memasuki taman seluas 1.632 hektare yang mayoritas berada di Kecamatan Sentolo. Kami sudah melakukan sosialisasi kepada petani, namun petani tetap akan menanam padi," kata Wazan.

Ia mengatakan penutupan ini menindaklanjuti rapat Komisi Irigasi Kulon Progo karena ada rehabilitasi saluran induk irigasi Kalibawang yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Awalnya saluran induk irigasi Kalibawang akan dilakukan rehabilitasi besar-besaran karena adanya kerusakan jaringan Tawang Bowong, sekaligus kerusakan lainnya. Pada tahun ini BBWSSO minta waktu 3,5 bulan yang dimulai 15 April-31 Juli 2018.

"Berdasarkan rapat koordinasi, BBWSSO meminta waktu lebih dari 3,5 bulan untuk menuntaskan perbaikan jaringan irigasi Kalibawang. Namun disepakati 3,5 bulan dengan pertimbangan di lapangan," katanya.

Menurut dia, dengan dimatikan jaringan sistem irigasi Kalibawang, maka lahan seluas 3.936 hektare di wilayah Kulon Progo tidak mendapat air. Jaringan sistem irigasi Kalibawang meliputi Kejuron atau Gabungan P3A Papah, Donomulyo Hilir, wilayah Kejuron/GP3A Pekik Jamal Kiri, dan Pekik Jamal Kanan.

Namun, untuk wilayah Kejuron/GP3A Pekik Jamal Kiri dan Pekik Jamal Kanan mendapat pasokan air dari Waduk Sermo sehingga bisa melakukan tanam. Sedangkan Kejuron atau Gabungan P3A Papah dan Donomulyo Hilir dengan luas lahan 1.632 hektare sama sekali tidak mendapat pasokan air.

"Petani tetap menanam padi. Mereka berencana menggunakan sumur bor atau mata air terdekat dan mengandalkan hujan. Kami tidak bisa melarang mereka tidak menanam padi," katanya.

Petugas Operasional dan Pemeliharaan (OP) Saluran Irigasi Kalibawang Basito mengatakan air dari Sungai Progo akan dialirkan ke saluran irigasi Kalibawang, 1 Agustus 2018. Petani dapat kembali bercocok tanam menggunakan acuan Peraturan Bupati (Perbup) Kulon Progo mengenai Pola Tata Tanam Tahunan 2018/2019.

Ia mengimbau kepada petani di daerah irigasi Papah, Penjalin Hilir dan Donomulyo Hilir pada musim tanam tanam kedua, tidak menanam padi.

"Meskipun saat ini persediaan air cukup, pada pertengahan April, tidak ada aliran air ke saluran irigasi," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar