Pendidikan jarak jauh untuk mengantisipasi perkembangan dunia

id nasir

Mohamad Nasir (Foto antaranews.com)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan pendidikan tinggi di Tanah Air harus melakukan perubahan dengan melaksanakan pendidikan jarak jauh untuk mengantisipasi perkembangan dunia yang begitu cepat.

       "Pada era disruptif ini, kita tidak bisa menunggu lagi untuk melakukan perubahan dan salah satunya yang dilakukan oleh pendidikan tinggi adalah melalui pendidikan jarak jauh,' ujar Nasir di Jakarta, Senin.

        Menteri Nasir menambahkan bahwa pendidikan jarak jauh harus tetap memperhatikan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Menristekdikti menambahkan bahwa sistem ini harus diawasi dan didampingi cara pengelolaan sistem ini bagaimana sistem pendidikan, sistem pemberian tugas, serta sistem penjaminan mutu yang merupakan bentuk dari universitas siber.

        Sebagai kampus yang sudah terlebih dahulu menyelenggarakan pendidikan jarak jauh, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberikan mandat kepada Universitas Terbuka (UT) untuk memberi masukan dan mendukung seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) dalam pelaksanaan pendidikan jarak jauh tersebut sesuai dengan kapasitas dan fasilitas yang dimiliki UT.

        Rektor Universitas Terbuka (UT) Ojat Darojat mengatakan, ini merupakan kehormatan bagi UT dan UT telah mengambil langkah konkret membangun kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk mensukseskan program strategis pendidikan jarak jauh.

        "UT siap sukseskan dan membantu perguruan tinggi lain dalam program pendidikan jarak jauh. Setidaknya UT sudah mendandatangi Nota Kesepemahaman dengan Universitas Borneo Tarakan(UBT), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Soedirman (Unsoed), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Institut Teknologi Sumatera, dan kali ini dengan Universitas Jember, Universitas Lampung (Unila), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Bangka Belitung (UBB)," terang Ojat.

       Rektor Insitut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Kadarsah Suryadi, berharap agar dengan diselenggarakannya sistem pendidikan jarak jauh ini, dapat meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Indonesia yang saat ini masih di angka 31,5 persen.

       "Dengan pendidikan jarak jauh, kami berharap bisa meningkatkan APK kita. Saat ini APK kita rendah dibanding Malaysia 37,2 persen, Thailand 51,2 persen, Singapura 82,7 persen, dan Korea 92,4 persen,"  pungkas Kadarsah.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar