BKPP mendorong regenerasi SDM pertanian

id petani padi,di yogyakarta

Petani Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, memanen padi. (Foto ANTARA/Mamiek)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong regenerasi sumber daya manusia di sektor pertanian di Yogyakarta untuk menjaga keberlanjutan swasembada serta ketahanan pangan baik di tingkat regional maupun nasional.

"Untuk menjaga keberlanjutan ketahanan pangan, regenerasi petani sangat dibutuhkan," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Daerah Istimewa Yogyakarta Arofa Noor Indriani di Yogyakarta, Minggu.

Ia mengatakan hingga saat ini BKPP DIY melalui para penyuluh dari Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP) kabupaten/kota terus meningkatkan pembinaan dan pelatihan bagi kalangan pemuda usia 35 tahun ke bawah untuk menjadi generasi petani.

Kendati demikian, ia mengatakan jumlah tenaga penyuluh di DIY masih kurang. Berdasarkan data BKPP DIY dari sebanyak 438 desa di DIY baru terdapat 256 tenaga penyuluh pertanian. Padahal idealnya, satu desa satu penyuluh.

Ia berharap para penyuluh pertanian yang berkualitas mampu meningkatkan minat generasi muda menggeluti dunia pertanian. Hingga saat ini pekerjaan sebagai petani, menurut dia, masih belum dilirik generasi muda.

"Kami juga berharap ke depan banyak bermunculan petani-petani muda yang mampu menggarap sawah dengan teknologi," katanya.

Selain itu, seiring terus terjadi penyusutan terhadap lahan pertanian di DIY dengan rata-rata 250 hektare per tahun, maka untuk menjaga swasembada pangan harus didukung dengan kapasitas petani yang memadai dengan didukung alat-alat pertanian modern.

Mengacu data Sensus pertanian Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, jumlah rumah tangga petani (RTP) di DIY pada 2013 mencapai 495.781 orang atau menurun dari 2003 yang masih mencapai 574.920 orang. Dari jumlah itu, petani muda dengan rentang usia 15-44 tahun hanya sebanyak 122.900 petani atau 24,7 persen.

Jumlah petani dengan usia 45-54 tahun sebanyak 135,3 ribu petani atau 27,3 persen. Sisanya, 237.528 orang atau 47,91 persen merupakan petani dengan usia di atas 55 tahun.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar