Belasan rumah rusak tersapu angin kencang

id angin kencang

Ilustrasi. Angin kencang. Foto ANTARA/ Victorianus Sat Pranyoto

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Belasan atap rumah warga di RW 17 hingga RW 20 Baciro Gondokusuman Yogyakarta rusak akibat tersapu angin kencang yang terjadi Selasa (24/4) sekitar pukul 14.12 WIB.

"Karena banyak atap yang rusak akibat gentingnya tersapu angin kencang, maka kebutuhan yang cukup mendesak adalah terpal," kata Kepala Seksi Darurat Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Bayu Wijayanto di Yogyakarta, Selasa.

Berdasarkan hasil pendataan BPBD Kota Yogyakarta, angin kencang tersebut mengakibatkan 14 rumah mengalami kerusakan di bagian atap, serta sejumlah pohon yang ada di halaman warga ikut tumbang.

"Dari 14 rumah yang mengalami kerusakan, ada dua rumah yang kondisinya cukup parah. Namun, kami belum mendapat informasi apakah pemilik rumah akan mengungsi sementara atau tidak," katanya.

Saat ini, lanjut dia, tim reaksi cepat BPBD Kota Yogyakarta sudah melakukan koordinasi dengan pemangku wilayah khususnya pengurus RT dan RW untuk pengiriman logistik agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Total kerugian akibat angin kencang, lanjut dia, masih dalam proses penilaian namun seluruh petugas BPBD Kota Yogyakarta sudah diterjunkan untuk membantu melakukan penanganan, termasuk memangkas pohon yang tumbang.

Di lokasi kejadian, warga bergotong royong untuk melakukan pembersihan lokasi dari dampak angin kencang.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Yogyakarta Agus Winarto mengimbau seluruh warga meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana saat pancaroba.

Sejumlah bencana yang berpotensi muncul di antaranya hujan deras ekstrem, luapan air sungai, dan angin kencang yang bisa menyebabkan pohon tumbang hingga baliho tumbang.

Ia mengingatkan warga untuk segera memberikan laporan jika mengetahui ada pohon yang terlalu rindang sehingga rawan tumbang atau baliho yang rusak. "Nanti akan kami upayakan penanganan. Bisa juga dibantu oleh dinas terkait," katanya.

(E013)
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar