Sleman selenggarakan festival dolanan anak

id dolanan anak

Batok tali dolanan anak (Foto Antara/Azhar Qodrat/ags/15)

Sleman (Antaranews Jogja) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan Festival Dolanan Anak antar-kecamatan yang dikemas dalam pementasan drama di Lapangan Denggung, Selasa.

"Festival Dolanan Anak ini untuk menjaga eskistensi kesenian dolanan anak di tengah era globalisasi ini. Selain itu juga melalui festival ini masyarakat diajak untuk menumbukan rasa cinta terhadap kesenian dolanan anak," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara.

Menurut dia, dengan memberikan ruang untuk berekspresi, diharapkan kepada seniman dan masyarakat pada umumnya untuk terus mengembangkan dan melestarikan seni khususnya terkait dengan dolanan anak.

"Agar lebih menarik minat masyarakat, pada Festival Dolan Anak kali ini disajikan dalam bentuk drama yang dipadukan dengan permainan tradisional anak. Sehingga, permainan anak tersebut akan lebih menarik dan atraktif," katanya.

Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Bidang Administrasi Umum Arif Haryanto yang mewakili Bupati Sleman menyampaikan bahwa Festival Dolanan Anak merupakan proses pendidikan agar anak-anak yang tumbuh mengerti akan jati diri kesenian daerahnya.

"Selain sebagai saran bermain kemudian belajar dolanan anak merupakan langkah strategis untuk melestarikan kesenian daerah yang mulai pudar di era globalisasi," katanya.

Menurut dia, anak-anak zaman sekarang lebih sering menghabiskan waktunya dengan gadget dibandingkan bermain permainan tradisonal, jika hal ini terus dibiarkan maka generasi akan datang tidak mengenal mengenal budayanya termasuk dolanan anak.

"Permainan tradisional tidak hanya sebuah permainan melainkan didalamnya terdapat nilai-nilai luhur yang akan terbawa dalam pola kehidupannya sehari-hari. Anak akan belajar nilai sportivitas, kerja sama, gotong royong, dan sebagainya dapat diperoleh dengan berbagai macam dolanan anak," katanya.

Ia berharap kedepannya kegiatan tersebut ada langkah kontinuitas dan dikemas secara menarik sehingga dapat menjadi produk wisata yang bernilai ekonomis.

"Selain untuk pelestarian budaya kegiatan ini dapat dikembangkan menarik wisatawan dalam maupun luar negri," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar