Dinas P3AP2KB Sleman luncurkan puspaga kesengsem

id Puspaga Kesengsem,Sleman

Dinas P3AP2KB Sleman luncurkan puspaga kesengsem

Ilustrasi program KB (foto dokterbagus.com)

Sleman (Antaranews Jogja) - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan meluncurkan program Pusat Pembelajaran Keluarga Keluarga Sejahtera yang Sembada.

"Saat ini kami sedang giat mensosialisasikan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Keluarga Sejahtera yang Sembada (Kesengsem). Diharapkan Bupati Sleman Sri Purnomo bersedia untuk meluncurkan Puspaga Kesengsem tersebut pada 2 Mei 2018," kata Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini, di Sleman, Senin.

Menurut dia, Puspaga Kasengsem ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat yang memerlukan pendampingan atau konseling.

"Pembentukan Puspaga Kesengsem ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengasuh dan melindungi anak," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya telah menyediakan tenaga profesional yang siap mendampingi dan memberikan bimbingan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kami telah menyiapkan dua orang psikolog dan satu orang administrasi untuk memberikan konseling kepada masyarakat," katanya.

Mafilindati mengatakan, pendampingan ini bisa untuk berbagai macam keperluan, seperti keperluan rumah tangga, masalah remaja, parenting dan lainya. Selain itu layanan konseling tersebut tidak hanya terbatas dilakukan di Kantor Puspaga Kesengsem Jalan Parasamya (depan Bappeda Sleman. Namun pelayanan dapat dilakukan dengan memanggil psikolog yang telah disediakan untuk datang ke rumah warga.

"Masyarakat bisa langsung datang ke Puspaga. Atau bisa juga dipanggil untuk datang ke rumah warga jika dibutuhkan," katanya.

Ia mengatakan, pelayanan ini dilakukan secara gratis. Setiap masyarakat yang melakukan konsultasi akan dijamin kerahasiaan identitasnya.

"Itu sudah menjadi kode etik dari para psikolog," katanya.

(U.V001)
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar