KSPSI Bantul tingkatkan keterampilan pekerja

id Buruh

KSPSI Bantul  tingkatkan keterampilan pekerja

Ilustrasi. Buruh antre tunjangan hari raya (THR) (antaranews.com)









Bantul (Antaranews Jogja)  - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus meningkatkan keterampilan buruh maupun para pekerja setempat agar bisa berkembang di perusahaannya.



"Kita memang harus mempersiapkan dan menjaga ketenagkerjaan kita khususnya terhadap calon tenaga kerja untuk meningkatkan skill dan lainnya," kata Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) KSPSI Bantul Ponijan disela peringatan Hari Buruh di Bantul, Selasa.



Menurut dia, upaya peningkatkan calon tenaga kerja maupun buruh yang sudah bekerja di perusahaan itu agar selain bisa berkembang di perusahaan juga mampu bersaing dengan tenaga kerja lainnya untuk kesejahteraannya.



"Makanya dari kami ada semacam sosialisasi ada pendidikan dan pelatihan (diklat) itu adalah untuk mempersiapkan tenaga kerja kita, anggota kita biar bisa bersaing, bisa bertahan diperusahaan yang berjalan," katanya.



Apalagi, kata dia, Bantul merupakan salah satu daerah yang dilirik investor pengembangan perusahaan, sehingga peningkatan keterampilan tenaga kerja dan buruh itu untuk menghadapi pertumbuhan industri di Bantul.



Ponijan mengatakan, total jumlah pekerja dari perusahaan maupun industri kecil dan industri rumahan di Bantul sekitar 42 ribuan orang, namun yang tergabung dalam serikat pekerja di KSPSI Bantul sekitar 9 sampai 10 ribu pekerja.



"Kalau yang pekerja di industri rumahan kami belum bisa mendata berapa jumlahya, kita masih dalam taraf perjalanan masuk ke perusahaan agar masuk ke kita agar semuanya bisa kita kondusifkan, kalau yang pabrik ada sekitar 9 sampai 10 ribu, tetapi yang UMKM dan rumahan belum ada datanya," katanya.



Berkaitan dengan peringatan Hari Buruh 1 Mei 2018 ini, kata dia, serikat dengan difasilitasi Pemda mengadakan hiburan maupun kegiatan bersifat gembira, dengan harapan para buruh tetap semangat dan punya pola pikir segar diharapkan tingkatkan kinerja.



"Kita sudah ada komunikasi dengan bupati kita adakan kegiatan ini dan bukan aksi unjuk rasa, biar nanti karyawan merasa senang, nyaman sehingga nanti diharapkan meningkatkan produktifitas di tingkat perusahaan masing-masing," katanya.



Sedangkan berkaitan dengan keinginan para pekerja, Ponijan mengharapkan selain diberikan upah sesuai upah minimum kabupatan (UMK), perusahaan juga memberikan tambahan-tambahan di luar upah yang diberikan secara rutin itu.



"UMK itu dilaksanakan secara rutin, terus ada tambahan-tambahan. Intinya cuma gitu. Terus kemudian ada penjaminan-pejaminan dari setiap perusahaan. Untuk UMK Bantul saat ini sekitar Rp1,4 jutaan, kalau rumahan menyesuaikan kemampuan," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar