90 persen lahan pekarangan Bantul ditanami pisang

id Pisang,Pekarangan

Ilustrasi (antaranews.com)

Oleh Heri Sidik



Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan sekitar 90 persen lahan pekarangan milik warga sudah ditanami pisang guna menambah pendapatan keluarga.

"Kalau catatan yang pasti tidak ada, tapi tiap ada pekarangan sudah ditanami pisang, kalau kita di Bantul ada 22 ribu hektare pekarangan dan sudah hampir 90 persen ditanami pisang," kata Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Bambang Pin Erwanto di Bantul, Kamis.

Menurut dia, tanaman pisang sebegai pangan lokal ini sudah menjadi buah unggulan Bantul, sehingga pembudidayaan tanaman maupun peningkatan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas dari budi daya pisang di masyarakat terus dioptimalkan.

"Dan 22 ribu hektare pekarangan di Bantul mayoritas sudah ada tanaman baik yang ada di pegunungan maupun dataran rendah. Semua berpotensi untuk dibudidayakan tanaman pisang," katanya.

Ia menjelaskan selama ini pisang hasil pembudidaya di Bantul lebih banyak dijual secara segar atau berupa buah, namun sudah ada pelatihan-pelatihan kelompok yang membuat olahan serba pisang menjadi camilan.

Bambang mengatakan, sebagai contoh pembudidaya dan pengolah pisang di wilayah Bambanglipuro sudah dikenal masyarakat luas, bahkan pernah diundang ke Itali dalam rangka mempresentasi tentang potensi dan peningkatan produksi pisang.

"Dan di Bantul ada 26 jenis olahan pisang, bahkan pisang itu mulai dari bonggolnya, dari daunnya bisa diolah untuk makanan menjadi keripik ataupun olahan yang bisa menjadi sajian makanan keluarga sehari-hari," katanya.

Meski demikian, kata dia, diakui kapasitas produksi pisang di Bantul masih terus bisa dikembangkan, apalagi belum setiap orang belum mampu mengolah serba pisang menjadi makanan, sehingga perlu pelatihan-pelatihan.

Ia mengatakan, untuk mendorong pengembangan pisang di Bantul, pihaknya telah mengadakan Festival Pisang sebagai upaya kepedulian pemerintah terhadap buah lokal yang sudah dibudidayakan masyarakat dari seluruh pelosok desa.

"Agar bisa lebih meningkat lagi, baik pisang segar maupun olahan kita gairahkan para petani dengan cara festival, ada empat komoditas yang memang mayoritas yang dibudidayakan oleh para petani pisang ini," katanya.

(T.KR-HRI/03-05-2018 08:17:56
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar