Kementerian PPPA: industri rumahan entaskan ketidakadilan perempuan

id agustina erni,perempuan

Kementerian PPPA: industri rumahan entaskan ketidakadilan perempuan

ilustrasi. Foto ANTARA/Andreas Fitri Atmoko/15.

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meyakini pengembangan program industri rumahan efektif mengentaskan berbagai persoalan ketidakadilan yang dihadapi perempuan terkait akses ekonomi serta kerentanan terhadap berbagai tindak kekerasan.

"Dengan menggeluti industri rumahan mereka bisa mandiri sehingga lebih mampu menghadapi berbagai persoalan," kata Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Agustina Erni saat acara Evaluasi Pelaksanaan Pengembangan Industri Rumahan di 21 Kabupaten/Kota Tahun 2017 di Yogyakarta, Kamis.

Ia mengatakan melalui program industri rumahan (IR), Kemen PPPA sejak 2016 telah melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan. IR merupakan industri skala mikro yang umumnya memanfaatkan atau menghasilkan produk berupa barang jadi yang memberikan nilai tambah dan dikerjakan di rumah, secara khusus ataupun sebagai kerja paruh waktu.

"Kami melihat perempuan memiliki potensi yang besar. Sebagian dari mereka mungkin ingin berusaha tetapi tidak tahu caranya," kata dia.

Menurut Agustina, dengan mengembangkan program IR kaum perempuan khususnya ibu rumah tangga tidak perlu mencari pekerjaan ke luar daerahnya, apalagi menjadi tenaga kerja di luar negeri.

Ia menilai berbagai kasus kekerasan banyak dialami perempuan, khususnya yang memutuskan bekerja sebagai tenaga kerja di luar negeri secara ilegal.

Menjadi buruh migran tanpa persiapan yang cukup banyak dilakukan perempuan karena keterbatasan akses ekonomi serta mendapat iming-iming dari para calo.

"Sehingga program IR ini menurut kami menyelesaikan masalah ibu-ibu yang mencari kerja ke luar negeri karena iming-iming uang," kata dia.

Ia meyakini program IR itu mampu mendukung pencapaian program "Three Ends" yang dicanangkan Kemen PPPA. Program Three Ends ini bertujuan untuk mengakhiri permasalahan yang dihadapi kaum perempuan dan anak, yakni (1) Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, (2) Akhiri perdagangan orang, dan (3) Akhiri ketidakadilan akses ekonomi terhadap perempuan.Budi Suyanto

(L007/03-05-2018 15:06:57
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar