Logo Header Antaranews Jogja

Pasar Prambanan diresmikan setelah revitalisasi

Rabu, 9 Mei 2018 20:38 WIB
Image Print
Ilustrasi suasana salah satu pasar tradisional (Foto ANTARA/Silverianus Guntur)

Sleman, (Antaranews Jogja) - Bupati Sleman Sri Purnomo meresmikan beroperasinya Pasar Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang selesai direnovasi menjadi empat lantai, Rabu.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman juga meluncurkan aplikasi pemantauan harga pangan yang bertujuan memberikan informasi harga komoditas pangan secara "realtime" untuk meminimalisasi perbedaan harga.

Turut hadir dalam acara ini Dubes RI untuk Finlandia dan Estonia Wiwik Setyawati Firman, Ketua DPRD Sleman, Ketua Tim Penggerak PKK Sleman, Sekda Sleman, Assekda, Kepala Dinas dan Instansi terkait.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan pada 2017 telah selesai melaksanakan revitalisasi enam pasar tradisional yakni Pasar Tegalsari, Pasar Kalasan, Pasar Gentan, Pasar Sleman Unit I, Pasar Klitikan dan Pasar Prambanan.

"Revitalisasi pasar tersebut menggunakan dana APBN, APBD DIY dan APBD Sleman dengan total Rp176 miliar, meliputi APBD Sleman Rp127 miliar, APBD DIY Rp17 miliar dan untuk pembebasan tanah Rp32 miliar," katanya.

Ia mengatakan, pedagang sudah menempati bangunan baru di Pasar Tegalsari, Pasar Kalasan, Pasar Gentan dan Pasar Sleman Unit I pada Februari dan Maret.

"Sedangkan penataan di Pasar Prambanan sudah dimulai dengan proses sosialisasi dan pengundian tempat dasaran sejak 11 April dan pada tahap 1 telah menempatkan pedagang sejumlah 1.760 dan sisanya masih dalam proses verifikasi. Namun semua pedagang Pasar Prambanan lama akan tertampung di Pasar Prambanan yang baru," katanya.

Tri Endah mengatakan, lantai satu pasar akan digunakan untuk pedagang komoditas kering seperti pakaian, konveksi, aksesoris, kios telepon selular, emas, suku cadang. Lantai dua akan digunakan untuk komoditas sayur, buah, daging, bumbu-bumbu dan lainnya, untuk lantai tiga khusus dagangan yang dijual secara grosir untuk kulakan pedagang.

"Sedangkan lantai empat dimanfaatkan sebagai lokasi parkir dan masjid yang dilengkapi dengan kafe dan warung-warung makan dengan latar belakang Candi Prrambanan dan Gunung Merapi," katanya.

Ia mengatakan, pemanfaatan lantai empat juga akan dikoordinasikan dengan PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko untuk pasar kerajinan atau cinderamata dan akan dibuat kereta gantung dari Candi Prambanan, Pasar Prambanan, Candi Ratu Boko dan Tebing Breksi.

"Kereta gantung tersebut diharapkan mampu menarik para wisatawan," katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan keberadaan pasar tradisional di Sleman harus terus dipertahanka dan dikembangkan karena bagi masyarakat di Kabupaten Sleman, pasar tradisional tidak hanya sekadar tempat transaksi belanja tetapi juga untuk menjajakan hasil produksi masyarakat dan interaksi sosial.

"Dengan revitalisasi ini, diharapkan Pasar Prambanan Baru ini menjadi lebih kondusif, bersih, rapi, sehat, tertib, dan aman, sehingga mampu menarik pembeli dan memberikan keuntungan lebih bagi para pedagang serta menambah laju perputaran roda perekonomian di wilayah Kecamatan Prambanan," katanya.

Ia mengatakan, keberadaan Pasar Prambanan Baru ini tentunya diharapkan dapat menjadi sarana masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi produktif, bahkan dapat mendukung keberadaan wilayah Prambanan yang merupakan salah satu kawasan wisata di Kabupaten Sleman.

"Kepada para pedagang diharapkan memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk menciptakan Pasar Prambanan Baru ini bisa menjadi contoh bagi pasar-pasar lainnya. Saya berpesan kepada semua pihak, baik pembeli, pedagang, dan masyarakat untuk merawat pasar ini, sehingga senantiasa bersih dan sehat," katanya.



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026