Pemkab diminta optimalkan lahan kawasan industri Sentolo

id kawasan industri sentolo,kulon progo

M (Foto ANTARA/Sutarmi/ags/17)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta meminta Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengoptimalkan lahan seluas 46 hektare di Kawasan Industri Sentolo mengatasi tingginya harga tanah yang menghambat masuknya investasi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Budi Wibowo di Kulon Progo, Kamis, mengatakan sejak lahan seluas 46 hektare dibeli PT Karya Hidup Sentolo (KHS) beberapa tahun lalu, harga tanah di Kecamatan Sentolo mengalami kenaikan sangat tajam.

"Tingginya harga tanah menyababkan terhambatnya perluasan kawasan industri seluas 46 hektare. Kami sudah berkomunikasi dengan Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo supaya mengoptimalkan lahan 46 hektare," kata Budi Wibowo.

Menurut dia, Pemkab Kulon Progo tidak boleh berdiam diri dengan kenaikan harga tanah di kawasan industri. Kenaikan harga tanah merupakan hal yang wajar. Lahan seluas 46 hektare ini dapat dioptimalkan luar biasa.

PT KHS sepakat lahannya digunakan untuk pengembangan kawasan industri. Kalau lahan 46 hektare sudah penuh pabrik, baru dikembangkan lagi lahannya.

Saat ini, Pemkab Kulon Progo membiarkan kawasan industri, sehingga tidak ada investor yang masuk. Harga tanah menjadi alasan kendala masuknya investasi.

"Sekerang pemkab harus mengidentifikasi persoalan kawasan industri. Kewajiban pemkab apa, kewajiban Pemda DIY apa, dan investor apa. Kalau jalan provinsi, maka kewajiban Pemda DIY melalukan pembangunan jalan provinsi untuk mendukung perkembangan kawasan industri," katanya.

Sementara itu, Ketua FPG DPRD Kulon Progo Widiyanto mengatakan pertumbuhan investasi di Kawasan Peruntukan Industri Sentolo berjalan lambat karena terganjal harga tanah yang mahal dan sebagian besar kawasan tersebut tanah hak milik.

"Menurut hemat kami, solusinya seperti memanfaatkan tanah kas desa," kata Widiyanto.

Selain itu, lanjut Widiyanto, pengembangan Kawasan Industri Sentolo harus diimbangi dengan pembenahan sistem pelayanan yang menyangkut kualitas aparatur pemerintah dalam memberikan kemudahan berinvestasi perlu ditingkatkan.

Untuk meningkatkan investasi diperlukan progam yang proaktif dalam mempromosikan keunggulan potensi yang ada di Kawasan Industri Sentolo serta mengatur prosedur perizinan yang sederhana dengan mempersingkat waktu proses perizinanan.

"Disamping harus lebih fokus untuk dominasi sektor ekonomi yang dapat meningkatkan daya tumbuh ekonomi masyarakat sekitar," harapnya.



(U.KR-STR)
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar