Kemenag DIY pantau hilal di Pantai Parangtritis

id hilal

melihat hilal (( antaranews.com))

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggelar rukyatul hilal atau melihat posisi bulan sebagai penetapan tanggal 1 Ramadhan 1439 Hijriah di bukit Syekh Bela-belu, Pantai Parangtritis, Bantul, pada Selasa (15/5) sore.

"Kalau dulu di tiga lokasi, maka untuk tahun ini rukyatul hilal kami fokuskan di bukit Syeh Bela-Belu, Parangtritis," kata Sekretaris Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kanwil Kemenag DIY, Jauhar Mustofa saat ditemui di Kanwil Kemenag DIY, Selasa.

Pada tahun-tahun sebelumnya, lokasi rukyatul hilal di DIY dilaksanakan di tiga titik, yakni bukit Syekh Bela-belu, Pantai Parangtritis (Kabupaten Bantul), bukit Patuk (Kabupaten Gunung Kidul), dan Pantai Trisik (Kabupaten Kulon Progo).

"Sekarang kami fokuskan di satu tempat karena keterbatasan anggaran. Tetapi mungkin di Patuk, Kabupaten Gunung Kidul nanti ada yang menggelar sendiri," kata dia.

Jauhar mengatakan dalam pelaksanaan rukyatul hilal yang akan dilaksanakan pada Selasa (15/5) pukul 16.00 WIB hingga menjelang tenggelamnya matahari, BHR Kanwil Kemenag DIY akan menggandeng ormas-ormas Islam di antaranya Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengadilan Agama, dan sejumlah perguruan tinggi.

"Pemantauan hilal kami perkirakan akan mengguakan lima hingga enam teropong, karena selain dua teropong dari kami (BHR) kemungkinan ada tiga teropong lainnya dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan serta BMKG Yogyakarta," kata dia.

Menurut Jauhar, garis ketinggian hilal saat matahari terbenam pada Selasa (15/5) masih minus 0 derajat, tujuh menit, 25 detik atau di bawah ufuk. Dengan demikian, menurut Jauhar, karena posisi hilal belum sampai mencapai tinggi minimal 2 derajat, maka Bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari sehingga awal Bulan Ramadhan diperkirakan baru akan jatuh pada Kamis (17/5).

Hampir di semua daerah posisi garis ketinggian hilal masih minus 0 derajat, sehingga tidak akan ada perbedaan dalam penetapan awal Bulan Ramadhan tahun ini," kata dia.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar