Jokowi: Romahurmuziy cocok menjadi cawapres

id jokowi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi (Foto antaranews.com)

Jakarta (Antaranews Jogja)  - Presiden Joko Widodo ketika menghadiri acara Lokakarya Nasional Anggota DPRD dari PPP se-Indonesia di Jakarta, Selasa, menyebutkan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy cocok menjadi calon wakil presiden. 
    
Dalam acara yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol Jakarta itu, diputar kembali wawancara Najwa Shihab dengan Presiden Jokowi. 
    
Pada kesempatan itu, Najwa menanyakan bagaimana urusan cawapres kepada Presiden Jokowi. Najwa kemudian menunjukkan gambar Romahurmuziy atau yang akrab disapa Romi itu. 
    
"Saya jawab spontan, tidak ada skenario, spontan aja, artinya itu keluar dari hati, betul," kata Jokowi.     
    
Hadir dalam acara itu antara lain Mensesneg Pratikno, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang juga Ketua Majelis Pakar DPP PPP dan Ketua Dewan Pertimbangan DPP PPP Suharso Monoarfa yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).  
    
Jokowi mengulang jawaban yang disampaikan saat itu bahwa Romi merupakan sosok muda, santri, dan intelektual. 
    
Najwa kemudian bertanya terus bagaimana?  "Ya cocok jadi cawapres," kata Jokowi diiringi tepuk tangan peserta lokakarya itu. 
    
Jokowi menambahkan apa yang disampaikan Romi dalam sambutan di acara itu juga menunjukkan tingkat intelektual Romi.  
    
"Setelah tadi saya mendengar apa yang disampaikan oleh Pak Ketum PPP, saya kira apa yang disampaikan beliau tadi lebih dari satu jam, betul-betul menunjukkan intelektualitas yang sangat prima, saya harus ngomong apa adanya," katanya. 
    
Di hadapan anggota DPRD dari PPP itu,  Jokowi juga menyampaikan bahwa dirinya telah melaksanakan janji dua tahun sebelumnya, yaitu menetapkan PP Nomor 8 Tahun 2017.

"Artinya janji itu sudah saya tunaikan. Saya kira komponen yang naik juga sudah sesuai, ada tunjangan reses, perumahan, transportasi dan komunikasi, ini patut kita syukuri," katanya.  
    
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk 263 juta jiwa. 
    
"Kita sering melupakan ini, kita memiliki penduduk kurang lebih 263 juta jiwa yang hidup di 17.000 pulau, ini bukan negara kecil, negara besar, dan kita memiliki 714 suku dengan 1.100 lebih bahasa daerah yang berbeda-beda, berbeda suku, adat, tradisi, bahasa daerah," katanya. 
    
Menurut dia,  hal itu merupakan anugerah yang harus disyukuri dan dirawat serta dijaga.

"Saya ingin mengajak kita semua untuk terus memelihara persaudaraan, menjaga ukhuwah islamiyah kita, menjaga ukhuwah wathaniyah kita dan lebih besar lagi menjaga ukhuwah insaniyah kita, menjaga ukhuwah basariyah kita. Kalau nggak kita ingtakan, sering kita lupa mengenai besarnya negara kita," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar