PGRI Sleman gelar Konferensi Kerja V

id Guru

Ilustrasi, seorang guru sedang mengawasi ujian di sekolah, DOK (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

Sleman  (Antaranews Jogja) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan Konferensi Kerja V di Ruang Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu.

Konferensi Kerja V PGRI Kabupaten Sleman yang dibuka langsung oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dan diikuti 115 anggota PGRI Sleman dari 18 cabang. Konferensi tersebut merupakan sarana evaluasi kinerja PGRI Kabupaten Sleman sepanjang 2017.

Selain itu, kegiatan konferensi kerja tersebut juga untuk menetapkan kebijakan organisasi PGRI Sleman pada 2018.

Ketua PGRI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diwakili Sekretaris Umum PGRI DIY Sudarto mengaku salut dengan PGRI Sleman. Menurutnya, PGRI Sleman lebih solid dibandingkan kabupaten/kota lainnya di DIY, salah satunya terlihat dari PGRI Sleman yang mampu melaksanakan Konferensi Kerja V mendahului PGRI DIY.

"Kami paham bahwa PGRI Sleman ini termasuk salah satu pengurus kabupaten yang solid daripada kabupaten dan kota yang ada di DIY. Salah satunya dibuktikan dengan pelaksaan konferensi ini yang lebih dahulu dari DIY," katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengimbau para guru di Kabupaten Sleman untuk benar-benar memperhatikan kondisi anak didiknya dan berharap guru mampu menanamkan pendidikan karakter kepada anak didik.

"Diharapkan guru mampu mengenali sikap-sikap yang menyimpang dari anak didiknya, serta mampu mengatasinya. Ini untuk mengantisipasi agar anak didik tidak terjerumus pada hal-hal yang bersifat negatif," katanya.

Ia mengatakan Kabupaten Sleman dapat diumpamakan sebagai miniatur dari Indonesia. Masyarakat di Sleman sangat heterogen.

"Begitu pun anak didik yang ada di kabupaten Sleman. juga berasal dari berbagai daerah. Untuk itu PGRI Kabupaten Sleman diharapkan mampu membentengi anak didik dari budaya-budaya dan prilaku yang kurang baik," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar