Pemkab harapkan pengelola hiburan membatasi jam operasional

id diskotik

ruang diskotik (antarasumbar.com)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau pengelola hiburan malam membatasi jam operasional selama bulan ramadhan.

"Kami minta pengelola hiburan malam membatasi jam operasional atau menutup sementara selama ramadhan," kata Kepala Satpol PP Gunung Kidul Dwi Warna Widi Nugraha di Gunung Kidul, Kamis.

Ia juga mengharapkan warung makan untuk tidak terang-terangan buka usahanya. Satpol PP tidak melarang warung makan untuk tetap buka, tetapi untuk menghormati warga yang berpuasa agar penyajian tidak mencolok seperti hari biasa.

"Kalau mau buka warung ya ada toleransi juga pada yang berpuasa untuk tidak terang-terangan membuka warungnya," katanya.

Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan para penjual agar melaksanakannya. "Agar semua patuh pada aturan yang ada sehingga tercipta kondisi yang baik," katanya.

Disinggung mengenai hiburan malam, Dwi Warna meminta untuk tutup selama bulan ramadan. Ia mengatakan pihaknya akan mengintensifkan operasi penyakit masyarakat selama bulan ramadan. Sasarannya miras dan tempat hiburan malam.

"Kami sudah lakukan dan lebih mengintensifkan lagi menjelang Ramdahan," katanya.?

Ia berharap semua tempat hiburan mematuhi ketentuan yang berlaku selama bulan ramadhan.

"Kami berharap pengelola dan pengusaha mematuhi. Kami tetap akan melakukan pemantauan," katanya.

Salah satu pedagang, Prihartanto mengatakan memilih menutup dua hari selama awal puasa. Setelah itu akan dibuka namun tidak akan membuka sepenuhnya.

"Menghormati yang puasa juga. Dua hari awal puasa tutup juga. Agak sepi kalau masuk bulan puasa ini, tetapi tidak masalah," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar