Kemenag Sleman luncurkan program Santri Mandiri

id santri

Ilustrasi kegiatan santri (Foto antarafoto.com)

Sleman (Antaranews Jogja) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluncurkan Program Santri Mandiri untuk optimalisasi eksistensi pondok pesantren di Sleman, Kamis.

Peremsian tersebut ditandai dengan penyerahan secara simbolis Blanko Kreasi dari Pondok Pesantren Beji, Sidoarum, Kecamatan Godean.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman Saban Nuroni mengatakan program ini dibuat setelah pihaknya melakukan monitoring ke 33 pesantren di Sleman.

"Dalam pantauan tersebut kami menemukan pesantren-pesantren yang ada di Sleman memiliki potensi dalam bidang ekonomi kreatif namun tidak dikelola dengan baik," katanya.

Menurut dia, dengan adanya program ini pihaknya mencoba melibatkan pemerintah dalam membantu meningkatkan potensi pesantren tersebut.

"Selama ini ketika santri selesai menempuh pendidikan di pesantrennya masing-masing, para santri belum mempunyai bekal yang cukup untuk hidup di masyarakat secara mandiri. Ketika dia selesai di pesantren dia bisa mengembangkan ekonomi produktif di tengah masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, OPD di Pemerintah Kabupaten Sleman yang mempunyai program pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam memberikan bekal keterampilan bagi santri-santri di pesantren.

"Ketika santri tersebut dibekali ilmu agama yang kuat ditambah dengan ilmu keterampilan, tentu akan mempunyai nilai lebih dalam mengembangkan ekonomi produktifnya," katanya.

Saban menambahkan bahwa ?program santri mandiri tersebut tidak akan mengganggu dari kegiatan yang telah berjalan di pesantren. Dalam pelaksanaannya pihaknya akan menyesuaikan dengan jadwal pesantren.

"Kami akan sesuaikan dengan jadwal pesantren. Kami juga berharap ke depan program santri ini memiliki ruang pameran sendiri agar santri dapat menampilkan hasil produk-produk mereka," katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo memberikan apresiasi kepada pondok pesantren yang tidak hanya memberikan ilmu terkait keagamaan kepada santrinya tetapi juga ilmu yang sifatnya duniawi.

"Orang hidup butuh bekal ilmu untuk dunia maupun akhirat," katanya.

Ia mengatakan, dengan dibekali keterampilan, kerajinan dan ilmu wirausaha diharapkan ketika para santri keluar dari pesantrennya mempunyai bekal untuk menafkahi hidupnya selain sebagai seorang dai.

"Tidak hanya sukses akhirat tetapi dunia dan juga akhirat," katanya.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Sleman Nurhuda mengatakan ketika melakukan monitoring banyak dari santri-santri tersebut yang berasal dari anak jalanan yang tidak mendapatkan pendidikan formal.

"Program tersebut sudah berjalan mulai awal 2018, dan sudah mengadakan pameran hasil produk pesantren di Sindu Kusuma Edupark, pada Rabu 9 Mei 2018. Dengan program ini capaian yang diharapkan ialah santri tersebut memiliki kehidupan yang lebih baik dengan dibekali dengan keterampilan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar