Dispar: teror belum memengaruhi kunjungan wisata Yogyakarta

id kunjungan wisata,wasatawan yogyakarta

Pengunjung melihat pemandangan dari puncak Kebun Buah Mangunan, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ama/16 (antara)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Aris Riyanta mengatakan hingga saat ini belum ada dampak penurunan kunjungan wisata di Yogyakarta akibat peristiwa teror bom di Surabaya, Jawa Timur.

"Sampai sekarang belum ada dampak (kunjungan wisata) yang terlihat akibat aksi-aksi teror kemarin," kata Aris Riyanta di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Aris, aktivitas pariwisata masih berlangsung seperti biasa. Meski demikian ia mengakui bahwa ada kecenderungan penurunan kunjungan memasuki Bulan Ramadhan dibandingkan hari biasa.

Terkait hal tersebut ia meyakini pengelola destinasi wisata maupun perhotelan telah menyiapkan program-program khusus yang dapat menggaet kunjungan wisata.

"Saya yakin para pengelola objek wisata atau hotel memiliki cara-cara tersendiri untuk mengatasinya," kata Aris.

Kepala Bagian Humas Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Eros Yan Renanda mengakui sejak awal Ramadhan pada Kamis (17/5) terdapat tren penurunan jumlah pengunjung dibanding hari-hari biasa. Saat ini kunjungan berkisar 300 orang per hari, jauh dari hari biasa yang mampu mencapai seribuan per hari.

Ia belum memastikan apakah penurunan kunjungan itu terpengaruh peristiwa teror bom Surabaya atau tidak. Menurut dia, tren penurunan kunjungan wisatawan memang selalu terjadi setiap memasuki Ramadhan meski tren tersebut diyakini hanya terjadi hingga mendekati Lebaran.

"Kalau untuk kunjungan wisatawan mancanegara sampai sekarang relatif stabil," kata Eros.

Penurunan kunjungan juga diakui Public Relation Hotel Tentrem Yogyakarta, Venta Pramusanti. Ia mengakui ada penurunan hunian kamar hotel mencapai 20-30 persen sejak awal Bulan Ramadhan.

Venta meyakini penurunan sewa kamar itu tidak terpengaruh peristiwa teror bom di Surabaya melainkan lebih banyak dipengaruhi momentum masuknya Bulan Ramadhan. "Karena sudah masuk Bulan Ramadhan, biasanya orang lebih banyak membatasi kegiatan kan," kata dia.
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar