Gunung Kidul imbau masyarakat wasdapai makanan berbahaya

id makanan berbahaya

Petugas melakukan pemantauan penggunaan bahan makanan tambahan berbahaya pada sejumlah produk makanan . (Foto Antara/Eka Arifa R/ags/15)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau masyarakat dalam memilih makanan berbuka puasa atau takjil untuk waspada dari makanan yang menggunakan bahan berbahaya.

"Masyarakat harus dapat memilih makanan yang sehat juga yang mana, kami sering memberi sosialisasi tentang makanan sehat," kata Sekretaris Dinkes Gunung Kidul Priyanta Madya Satmaka di Gunung Kidul, Jumat.

Dia mengatakan pihaknya berharap masyarakat bisa memantau mandiri terkait makanan berbahaya atau tidak. Salah satunya jika melihat makanan berwana mencolok. Untuk pemantauan makanan takjil akan diintensifkan menjelang lebaran dan mendorong puskesmas.

"Memang kami tidak bisa memantau seluruh makanan yang ada di Gunung Kidul," katanya.

Priyanta mengatakan pihaknya sudah mendapat surat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY, untuk melakukan pemantauan menjelang lebaran.

"Kami sudah mendapatkan surat dari BPOM untuk mengirimkan personel untuk ikut memantau kondisi peredaran bahan panganan," katanya.

Ia mengatakan biasanya makanan menjelang lebaran selain produk makanan, juga dilakukan pemantauan terhadap produk yang sudah dibungkus parcel. Sebab, tak sedikit pengusaha nakal yang memasukkan produk kadalurarsa atau mendekati.

"Tanggal kadaluarsa tidak terlihat. Mungkin untuk beberapa masyarakat sudah dapat memilih, jangan terpancing harga murah," katanya.

Kepala Dinkes Gunung Kidul Dewi Irawati berharap masyarakat untuk tidak menggunakan bahan berbahaya seperti pewarna tekstil untuk mencampur makanan. Nantinya pemantauan hanya saat jelang lebaran dilakukan pemantauan.

"Nanti jika ditemukan akan dilakukan pembinaan," katanya. Budi Suyanto

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar