Rini mendorong BUMN menciptakan generasi berdaya saing

id rini

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto antaranews.com)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Menteri BUMN Rini Soemarno meminta perusahaan milik negara tidak hanya sebagai  agen pembangunan ekonomi nasionak, namun juga ikut mendorong terciptanya generasi muda berdaya saing  dalam kemajuan da kemandirian bangsa menghadapi era globalisaai.

Dukungan ini ditunjukkan oleh Menteri BUMN , Rini M. Soemarno dalam peluncuran "Program Magang Mahasiswa Bersertifikat", yang bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2018 di Plaza Mandiri, Jakarta, Minggu.

Program Magang Mahasiswa Bersertifikat di bawah Forum Human Capital Indonesia (FHCI) merupakan forum sinergi bagi praktisi "human capital management" di lingkungan BUMN yang berkomitmen meningkatkan daya saing SDM Indonesia untuk siap bersaing di pasar global.

Pada program ini, mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia diberi kesempatan magang mengisi posisi tertentu di BUMN sesuai dengan disiplin ilmu yang dibutuhkan.

Rini mengungkapkan, program ini merupakan sinergi saling menguntungkan karena SDM unggul yang lahir dari program ini sekaligus akan menjadi alternatif sumber rekrutmen BUMN.

Institusi pendidikan seperti perguruan tinggi  yang terlibat akan mendapat manfaat berupa peningkatan wawasan, pengetahuan dan keterampilan untuk semakin menyiapkan lulusan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja.

"Harapan saya program ini menghasilkan generasi penerus bangsa yang unggul, berdaya saing dan siap membangun bangsa dan negara," ujar Rini.

Jumlah BUMN yang terlibat sebanyak 68 perusahaan dan akan terus ditambah.

"Berkarir di BUMN merupakan kesempatan yang bagus, jadi manfaatkanlah peluang ini," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum FHCI Herdy Harman, menjelaskan program ini bertujuan memperkaya wawasan dan keterampilan untuk mempersiapkan mahasiswa masuk ke dunia kerja terutama dalam menghadapi persaingan global dengan berbekal sertifikat kompetensi.

Bagi perguruan tinggi, program ini bertujuan untuk kalibrasi "link dan  match" kurikulum serta silabus antara yang disampaikan di perguruan tinggi dengan yang dibutuhkan oleh industri. Bagi industri, melalui program ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber rekrutasi karyawan sesuai kebutuhan, disamping juga untuk meningkatkan "company branding" bagi perusahaan.

FHCI mencatat, program magang gelombang pertama tahun 2018 telah terdaftar 2.732 mahasiswa dari 25 universitas negeri dan swasta. Peserta magang akan terdistribusi di 68 perusahaan BUMN. Jumlah peserta yang akan terserap tahap I sebanyak 2.000 dari 2.732 permintaan yang masuk. Sampai tahun 2020 ditargetkan 20.000 mahasiwa bisa bergabung dalam program ini.

"Kita membuka selebar-lebarnya peluang magang di BUMN bagi mahasiswa yang memenuhi syarat untuk mengikuti magang guna meningkatkan kompetensi dan menyiapkan diri memasuki lapangan kerja," ujar Herdy.  
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar