Gunung Merapi alami letusan freatik yang kemungkinan magmatik

id BPPTKG,Freatik,Magmatik

Warga memantau aktivitas kondisi Gunung Merapi pasca kenaikan status dari normal menjadi waspada dengan radio komunikasi di Kawasan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (22/5). Akibat meningkatnya status Gunung Merapi, BPPTKG menghimbau masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana III untuk meningkatkan kewasapadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/18.

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan telah terjadi letusan freatik di Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu pagi.

"Terjadi letusan jam 03.31 durasi 4 menit ketinggian 2.000 m (teramati dari PGM.Jrakah dan PGM. Kaliurang) arah barat daya," tulis akun twitter resmi BPPTKG dikutip di Yogyakarta, Rabu.

Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santoso membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan ada kemungkinan bahwa letusan freatik kali ini merupakan kombinasi dengan letusan magmatik.

"Iya betul. Ada kemungkinan kombinasi magmatis tapi sedang menunggu analisa abu," kata Agus melalui pesan singkat.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sleman Makwan mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap beraktifitas seperti biasa serta meningkatkan kewaspadaan.

"Gunakan alat pelindung diri (APD) apabila beraktifitas di luar rumah berupa masker, kacamata, jaket, penutup kepala dan alas kaki," kata dia.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar