PSSI mengembangkan kurikulum lisensi D dengan Jerman-Australia

id pssi

Ilustrasi (Foto Antara)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengembangkan kurikulum lisensi pelatih D PSSI dengan menjalin kemitraan bersama Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) dan Federasi Sepak Bola Australia (FFA).

"Setelah PSSI meluncurkan filosofi sepak bola Indonesia, proses itu berlanjut kepada pertanyaan apakah kurikulum itu bisa mengantarkan kita ke Piala Dunia atau tidak. Karena itulah kita harus bertanya kepada mereka yang pernah bermain Piala Dunia yaitu Jerman, juga pernah menjadi juara, dan Australia yang juga juara Piala Asia 2015," ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria di Jakarta, Rabu.

Ratu melanjutkan, hal utama yang dimasukkan ke dalam kurikulum untuk lisensi pelatih D PSSI adalah tentang pengembangan karakter dan kepribadian pesepak bola yang berusia dini, 6-12 tahun.

Kepribadian dan karakter yang ditanamkan itu seperti disiplin, anti kekerasan, persahabatan dan persaudaraan. Nantinya program ini juga melibatkan kerja sama pemerintah Jerman dan Australia dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

"Pengembangan karakter dan kepribadian itu akan diterapkan di metode latihan, bahkan sampai 70 persen dari apa yang diberikan dan sisanya baru pemanduan bakat. Itulah resep Jerman dan Australia sehingga mereka bisa menjadi juara," kata Ratu.

Adapun kurikulum hasil pengembangan tersebut nantinya diterapkan pertama kali dalam sebuah proyek percontohan ("pilot project") di dua provinsi yakni Maluku dan Jawa Timur sebagai provinsi pendukung ("supporting province").

Proyek itu akan berjalan mulai Oktober 2018 hingga Juni 2019. Nantinya, pihak DFB dan FFA akan mendatangkan utusan yang bertugas melatih instruktur pelatih Indonesia untuk lisensi D PSSI.

Instruktur-instruktur inilah yang nantinya bisa menyebarkan ilmunya ke para pelatih yang menempuh kursus lisensi D PSSI.

"Kami menargetkan, ke depan, ada 1.050 pelatih anyar dengan kurikulum lisensi D yang sudah dikembangkan," tutur Ratu Tisha.

Sebagai informasi, lokakarya terkait pengembangan kurikulum ini digelar pada Rabu-Kamis, 23-24 Mei 2018 di Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan PSSI, DFB, FFA, FIFA, AFC dan perwakilan pemerintah Jerman Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar