BBPOM: penggunaan bahan berbahaya pada takjil menurun

id takjil

Ilustrasi. Takjil. (Foto istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan ada tren penurunan penggunaan bahan-bahan berbahaya pada jajanan takjil yang dijual di Pasar Ramadhan di sejumlah lokasi di Yogyakarta.

"Untuk tingkat kedaluwarsa hingga penggunaan bahan berbahaya, kami melihat Ramadhan tahun ini ada tren penurunan," kata Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DIY Sandra MP Linthin saat ditemui di Kantor BBPOM Yogyakarta, Jumat.

Menurut Sandra, selama sepekan sejak awal Ramadhan, BBPOM DIY telah melakukan pengawasan ke berbagai sarana distribusi mulai dari distributor, pasar modern, hingga pasar tradisional termasuk pasar-pasar sore Ramadhan.

Untuk Pasar Ramadhan, dari seluruh sampel takjil yang diperiksa baik dari sisi izin edar hingga kandungan bahan berbahayanya seperti kandungan rodhamin B dan lainnya, menurut dia, seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat setelah diuji melalui laboratorium keliling milik BBPOM DIY.

"Contohnya dari 31 sampel yang kami ambil kemarin dari Jalur Gazza (Salah satu Pasar Ramadhan di Yogyakarta) seluruhnya memenuhi syarat dari aspek kandungan bahan berbahayanya," kata dia.

Sementara itu, dari total 163 sarana yang diperiksa di lima kabupaten/kota di DIY termasuk distributor, pasar modern, hingga pasar tradisional, seluruh produknya juga dinyatakan memenuhi syarat dari aspek kandungan bahan-bahan berbahaya.

"Memang ada 31 sarana produksi yang dinyatakan masih memiliki produk kedaluwarsa atau rusak namun jumlahnya sangat sedikit dan bukan karena faktor kesengajaan," kata dia.

Menurut dia, selain upaya sosialisasi dari BPOM yang terus digencarkan, penurunan penggunaan campuran bahan berbahaya itu juga berkaitan dengan meningkatnya kesadaran para produsen untuk menyajikan makanan yang aman bagi konsumen.

Meski demikian, Sandra tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat agar kritis dan cerdas memilih produk makanan dan tetap waspada terhadap peredaran produk pangan dengan kandungan bahan berbahaya di pasaran.

Ia meminta masyarakat melakukan cek KLIK (kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa) secara mandiri. "Mulai dari label hingga kemasannya rusak atau tidak harus diperiksa, izin edar hingga tanggal kedaluwarsanya juga harus pastikan ada," kata dia.











 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar