Polres Kulon Progo tangkap pengedar pil psikotropika

id Obat daftar G

Polres Kulon Progo, DIY, menangkap pengedar psikotropika. (Foto Antara/Mamiek)

Kulon Progo, 25/5 (Antara) - Kepolisian Resor Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menangkap AG (23), warga Kecamatan Galur, pengedar pil psikotropika dan obat daftar G.

Kapolres Kulon Progo AKBP Anggara Nasution di Kulon Progo, Jumat, mengatakan Ag diamankan dengan barang bukti berupa 242 butir pil psikotropika dan obat daftar G.

"Dari tersangka AG, petugas mengamankan 10 butir pil zypraz alprazolam, 10 butir pil mersi laprazolam, 20 butir pil atarax, dua pil kapsul warna hijau putih, 200 butir pil yarindo,? kata Anggara.

Tersangka AG ditangkap pada Rabu (23/5) sekitar 17.30 di Dusun III, Desa Kanoman, Kecamatan Panjatan. Saat itu tersangka akan melakukan?peredaran ilegal psikotropika dan obat daftar G.

"Saat melintas bersama temannya di Kanoman, personel Satresnarkoba yang sudah menunggu langsung mengadakan penyergapan," katanya.

Anggara mengatakan tersangka dijerat dengan pasal 60 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta, serta pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar.

"Saat ini, kami masih melakukan pengembangan kasus ini," katanya.

Lebih lanjut, Anggara mengatakan selama operasi penyakit masyarakat yang berlangsung selama dua minggu, juga mengamankan 29 botol minuman keras dan menangkap empat pelaku perjudian.

Adapun terkait peredaran minuman keras sebanyai 29 botol disita dari tiga orang yang menjualnya tanpa memiliki izin di tiga tempat berbeda. Terdiri dari tersangka AM yang menjual miras di rukonya di Kranggan, Kecamatan Galur dengan barang bukti enam botol anggur kolesom dan vodka, MS (26) menjual minuman keras di rumahnya di Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang dengan barang bukti 21 botol anggur merah, serta SM yang juga menjual di rumahnya di Banjararum Kecamatan Kalibawang dengan barang bukti dua botol anggur merah.

Ketiga pelaku telah menjalani sidang tindak pidana ringan,? katanya.

Sementara itu, tersangka AG mengaku baru seminggu menjual pil-pil tersebut dengan tujuan untuk mencari keuntungan. ?Saya jual Rp250 ribu per 100 butir. Keuntungan sekali jual Rp50 ribu,? katanya.

(T.KR-STR)
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar