Bantul efektifkan distribusi dan pengawasan elpiji bersubsidi

id Elpiji

Ilustrasi, (Foto ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengefektifkan distribusi dan pengawasan elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram guna mengantisipasi kekurangan barang kebutuhan penting masyarakat tersebut.

"Pada 2018 ini kita hanya mendapat tambahan elpiji dua persen dari tahun lalu, memang kecil, maka saya dengan kondisi seperti ini hanya efektifkan distribusi dan pengawasan," kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi di Bantul, Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa tambahan kuota elpiji tiga kilogram yang diusulkan ke PT Pertamina itu sebesar 10 persen dari tahun lalu, namun direalisasikan dua persen saja karena disinyalir stoknya sudah cukup jika digunakan tepat sasaran.

Berdasarkan data dinas, kuota elpiji tiga kilogram Bantul pada 2016 sebanyak 8.344.333 tabung, pada 2017 menjadi 8.999.667 tabung atau naik sekitar 655 ribu tabung, kemudian pada 2018 sebanyak 9.081.000 tabung atau naik sekitar 81 ribu tabung.

Ia mengatakan dengan tambahan dua persen tersebut seharusnya sudah cukup, jika tidak ada penggunaan yang tidak tepat sasaran misalnya konsumen yang seharusnya memakai elpiji nonsubsisi tapi memakai subsidi.

"Kalau dari sisi jumlah jika ada pengawasan efektif kemudian saya membuat strategi syok terapi terhadap penggunaan elpiji yang tidak tepat itu mudah-mudahan tidak terjadi kelangkaan," katanya.

Dalam mengefektifkan distribusi elpiji tersebut, dia meminta agar distribusi elpiji tidak dibagi rata dengan jumlah yang sama setiap bulan, akan tetapi disesuaikan dengan kebutuhan pada bulan tertentu.

Ia menjelaskan seperti pada bulan Mei-Juni ini kebutuhan elpiji mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan-bulan biasa, karena bertepatan dengan puasa dan Lebaran, sehingga distribusi ke pangkalan dilebihkan dari sebelumnya.

"Kemudian pengawasan di rumah makan-rumah makan terhadap penggunaan elpiji tiga kilogram, ini yang baru akan kita lakukan. Tetapi yang penting kita juga menjaga agar di pangkalan harganya tidak terlampau jauh dari HET," katanya.

Ia mengatakan harga elpiji bersubsidi tiga kilogram sesuai HET untuk Bantul Rp15.500 per tabung, namun pihaknya mendapati ada beberapa pangkalan yang menjual Rp16 ribu sampai Rp17.500 per tabung.

"Kami sudah beri peringatan ke pangkalan, kalau masih mengulangi, kita akan sampaikan ke Pertamina agar ada tindakan apakah pengurangan kuota atau PHU (pemutusan hubungan usaha), kalau pangkalan menjual sampai di atas Rp18 ribu per tabung itu bisa langsung PHU," katanya.



(T.KR-HRI) 26-05-2018 15:35:16


 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar