Rerata nilai USBN SD Yogyakarta turun

id nilai USBN,USBN,Kota Yogyakarta

Ilustrasi USBN SD, dok (Foto Antara) (Foto Antara/)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Rerata nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional SD di Kota Yogyakarta tahun ini turun bila dibandingkan tahun lalu meskipun rata-rata nilai di Kota Yogyakarta masih menjadi yang tertinggi di DIY.

"Jika dibanding tahun lalu, ada penurunan nilai rerata Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sekitar tujuh poin," kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Rohmat di Yogyakarta, Senin.

Pada tahun ini, rata-rata nilai USBN SD di Kota Yogyakarta tercatat 212,74 sedangkan tahun lalu bisa mencapai 219.

Menurut dia, penurunan rerata nilai USBN tersebut salah satunya dipicu menurunnya nilai ujian untuk mata pelajaran matematika, sedangkan untuk dua mata pelajaran lain yaitu Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam memperoleh hasil yang cukup baik.

Penurunan nilai untuk mata pelajaran matematika, lanjut Rohmat, tidak hanya terjadi di Kota Yogyakarta saja tetapi juga dialami di kabupaten lain di DIY.

"Pada tahun ini, soal USBN juga menerapkan sisten `high order thinking skill (HOTS), khususnya untuk matematika sehingga nilainya pun turun," katanya.

Meskipun demikian, Rohmat menolak jika soal HOTS identik dengan soal yang sulit dikerjakan. "Sebenarnya, soal ini hanya menuntut siswa untuk melakukan penalaran lebih panjang sesuai dengan logika soal. Jadi, bukan soal yang sulit," katanya.

Rohmat menambahkan, siswa SD baru diperkenalkan dengan soal HOTS sehingga dimungkinkan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk mencerna soal yang diberikan.

"Hasil USBN ini menjadi bahan evaluasi kami untuk menghadapi USBN tahun depan. Kami akan mulai memperkenalkan soal HOTS lebih intensif lagi, baik untuk guru maupun siswa," katanya.

Nilai USBN SD tersebut kemudian akan digunakan sebagai syarat utama penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP jalur prestasi.

"Meskipun demikian, nilai USBN juga akan digunakan saat siswa mengikuti PPDB jalur zonasi apabila ada beberapa siswa yang memiliki jarak rumah ke sekolah yang sama dan mendaftar di sekolah yang sama," katanya.

(E013)
 
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar