Malioboro libur Lebaran padat merayap

id malioboro, libur lebaran, kemacetan lalu lintas

Malioboro (Foto Antara)

 Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Unit Pelaksana Teknis Malioboro memperkirakan kepadatan lalu lintas di jalur cepat Jalan Malioboro Yogyakarta saat libur Lebaran 2018 akan lebih padat dibanding libur Lebaran 2017 sehingga perlu dilakukan antisipasi sejak dini. 
   
   “Hal ini terjadi karena becak dan andong terpaksa menggunakan jalur cepat karena jalur lambat di sisi barat yang biasanya mereka gunakan sedang direvitalisasi,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto di Yogyakarta, Kamis.
   
    Oleh karena itu, lanjut Ekwanto, perlu dilakukan langkah antisipasi agar wisatawan tetap nyaman saat berkunjung ke Malioboro pada masa libur Lebaran meskipun arus lalu lintas padat.
   
    Salah satu upaya yang ditempuh, lanjut dia, adalah melarang kendaraan berhenti atau parkir di badan jalan karena bisa menghambat arus lalu lintas di belakangnya.
   
“Jika ada kendaraan roda empat yang parkir atau hanya berhenti sejenak di tepi jalan, maka akan kami tegur dan meminta pengemudi untuk segera menjalankan kendaraannya,” katanya.
   
Jika kendaraan tersebut berupa sepeda motor dan ditinggal pengendaranya, lanjut Ekwanto, maka petugas dari satuan pengamanan Malioboro atau Jogoboro akan mengambil helm pemilik kendaraan atau bahkan mengempiskan ban sepeda motor tersebut.
   
“Wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi perlu bersabar saat melintas di Malioboro karena arus lalu lintas diperkirakan akan sangat padat. Begitu pula dengan andong dan becak juga perlu memperhatikan kondisi di sekitar mereka,” katanya.
   
Masyarakat yang tidak berkepentingan melintas di Jalan Malioboro atau kawasan sekitarnya, lanjut Ekwanto, diharapkan dapat menggunakan jalur lain agar tidak terjebak kepadatan atau bahkan menambah volume kendaraan di Malioboro.
   
Ekwanto memastikan, seluruh pekerjaan fisik revitalisasi di sisi barat Jalan Malioboro sudah dihentikan menjelang Lebaran. “Sudah dirapikan dan sudah tidak ada alat berat,” katanya.
   
Beberapa lubang yang masih ada di sisi barat jalan juga sudah ditutup dan diberi pembatas agar tidak dilintasi wisatawan. “Sempat ada yang terperosok karena penutup hanya triplek tipis. Sekarang sudah diganti lebih tebal,” katanya.
   
Sedangkan petugas Jogoboro yang disiagakan untuk membantu pengamanan libur Lebaran di Malioboro berjumlah 110 orang yang akan bertugas dalam tiga shift, masing-masing 20 personel.
   
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan, keluhan mengenai Malioboro dapat disampaikan langsung melalui UPT Malioboro.
   
“Pelayanan keluhan juga bisa disampaikan melalui aplikasi Jogja Smart Service yang dapat diunduh menggunakan telepon pintar android,” katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar