Nelayan diminta waspadai gelombang tinggi

id nelayan

Nelayan pantai selatan Yogyakarta (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta mengimbau para nelayan mewaspadai gelombang tinggi di perairan laut selatan Yogyakarta yang saat ini diperkirakan mencapai 2 hingga 3,5 meter.

"Dihimbau untuk nelayan agar tetap berhati-hati mengingat kondisi gelombang cukup tinggi di pesisir selatan Yogyakarta," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Djoko Budiono di Yogyakarta, Selasa.

Menurur Djoko, tinggi gelombang di laut selatan Yogyakarta yang diperkirakan bisa mencapai di atas 3 meter itu akibat meningkatnya kecepatan angin di kawasan Samudera Hindia berkisar antara 15-20 knot (27-36 km/jam).

"Hal itu yang kemudian memicu tinggi gelombang di laut selatan menjadi lebih tinggi," kata Djoko.

Meski saat ini musim kemarau, menurut dia, cuaca berawan hingga hujan ringan masih berpotensi terjadi di DIY, khususnya di Kabupaten Sleman bagian utara. Adapun suhu udara minimum di malam hingga pagi hari mencapai 21-23 derajar celcius, dan suhu udara maksimum di siang hari mencapai 31-33 derajat celcius.

"Pada malam hari cuaca berawan dan hujan sangat ringan berpotensi terjadi di Kulon Progo bagian barat," kata dia.

Awal musim kemarau terjadi secara bertahap mulai akhir April lalu dimulai dari bagian timur-selatan Yogyakarta?dengan curah hujan?kurang dari 50 milimeter per dasarian, selanjutnya tengah-barat dan terakhir di utara Yogyakarta.

"Paling awal terutama Gunung?Kidul bagian timur-selatan, kecuali Kecamatan Gedangsari dan Ngawen bagian utara," kata Djoko.

Selanjutnya, sebagian wilayah Kabupaten Kulon Progo meliputi Temon bagian timur, Kokap bagian timur, Wates, Pengasih, Panjatan, Lendah, Galur, Sentolo, serta Nanggulan. Adapun paling akhir kemarau terjadi di Pakem bagian utara atau kawasan Gunung Merapi.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar