Bandara Banyuwangi didorong menjadi bandara internasional wisata

id arief yahya

Arief Yahya (Foto antaranews.com)

Banyuwangi (Antaranews Jogja) - Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mendorong Bandara Banyuwangi menjadi bandara internasional yang pengembangannya digabungkan dengan konsep pariwisata.

"Hal ini sejalan dengan pengembangan sektor pariwisata Banyuwangi, selain bandaranya sendiri memiliki bangunan yang unik," katanya di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin.

Arief Yahya sangat mendukung Bandara Banyuwangi menjadi bandara internasional dan pariwisata.

"Waktu pertemuan dengan PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Banyuwangi, Dirut perusahaan itu Awaluddin menceritakan bandara Koh Samui di Thailand yang sukses menjadi tourism international airport. Saya ingin Bandara Banyuwangi bisa mencontohnya," kata Arief, yang menghadiri serangkaian acara wisata di Banyuwangi saat Lebaran.

Kebetulan, katanya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sejak semula juga menjadikan Koh Samui sebagai "benchmark".

Sebelumnya, Menpar melakukan pertemuan dengan Dirut PT Angkasa Pura II M. Awaluddin dan Bupati Azwar Anas di Banyuwangi pada 13 Juni 2018. Dalam kesempatan itu, Awaluddin menjelaskan konsep yang diusung Bandara Koh Samui di Thailand. Samui berhasil menjadikan bandaranya sebagai hub dengan menggandeng operator maskapai sebagai mitra strategis.  
    
"Samui menggandeng Bangkok Airways untuk pengembangan bandaranya. Maskapai itulah yang membawa traffic penumpang ke bandara. Bangkok Airways lalu menjadikan Samui sebagai hub. Hal itulah yang menjadikan bandara, dan bahkan pariwisata di Samui hidup," ujar Awaluddin.

"Hub dari Bangkok Airways khusus untuk tourism. Ini sepertinya akan kami lakukan, apalagi turis yang pernah ke Samui, pernah juga ke Bali. Konsep itu yang akan kita tiru agar Bandara Banyuwangi semakin hidup," kata Awaluddin.

Menpar lalu menegaskan pihaknya akan segera melakukan pendekatan kepada sejumlah maskapai untuk bersinergi dengan Bandara Banyuwangi.

"Strateginya, kita menawarkan ke airlines yang kuat di domestik untuk rute internasional. Saya dan AP 2 akan bantu mencari mitra airlines," kata Arief yang juga mantan Dirut PT Telkom itu.

Menpar optimistis langkah seperti ini bisa terealisasi mengingat kinerja Bandara Banyuwangi yang menuju tren positif. Mengutip data dari AP II, disebutkan bahwa di Banyuwangi lebih didominasi kedatangan (161 persen) dibanding keberangkatan (146 persen).

"Ini artinya ada ketertarikan orang datang ke Banyuwangi. Ini juga berarti Banyuwangi punya potensi destinasi yang luar biasa untuk dikembangkan," kata Menpar.

Executive General Manager Bandara Banyuwangi Anton Marthalius menambahkan, pergerakan pesawat juga tumbuh signifikan. Aircraft movement tumbuh dua kali lipat tahun lalu. Tahun 2017 ada 6, sekarang ada 8 penerbangan
    
"Di Banyuwangi, pax movement lebih tinggi dibanding aircraft movement. Ini sangat positif, yang berarti pesawat di-utilise lebih baik. Saat ini sedang didorong 16 penerbangan per hari menjadi 20 pada tahun ini. Termasuk international flight, salah satunya," ujar Anton.

Saat ini, kata dia, pembangunan infrastruktur Bandara Banyuwangi juga terus dikebut. Landasan pacu yang saat ini terbangun 2.250 meter akan diperpanjang menjadi 2.500 meter. Lebar runway existing 30 meter, akan menjadi 45 meter.

Status PCN akan diupgrade menjadi 56. Apron bakal diperluas 23 ribu m2, existing (18rb), total 41 ribu m2 sehingga bisa menampung 9 pesawat jenis 737 800- 900. A320.

"Semua pengerjaan tersebut, akan selesai awal September, sehingga Banyuwangi yang menjadi penyangga untuk pertemuan IMF-WB aman. Dengan spesifikasi infrastruktur seperti itu, Banyuwangi sudah bisa menjadi bandara internasional," kata Anton.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar