BMKG imbau masyarakat Yogyakarta waspadai cuaca ekstrem

id Cuaca ektrim,BMKG

Petugas memeriksa angka yang ditunjukkan alat pengukur kecepatan angin atau barometer di Stasiun Klimatologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (MBKG) (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/aww)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta mengimbau masyarakat di daerah ini untuk mewaspadai cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang berpotensi terjadi pada Senin (25/6).

"Waspada potensi genangan, banjir, maupun longsor," kata Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Agus Sudaryatno di Yogyakarta, Minggu.

Agus mengatakan hujan lebat disertai angin kencang, kilat, serta petir tersebut berpotensi terjadi khususnya di Samigaluh, Kalibawang (Kulon Progo), Turi, Pakem, Ngaglik, Ngemplak, Minggir, Seyegan, Godean, dan Mlati (Sleman).

Ia menjelaskan cuaca ekstrem itu muncul karena dipicu adanya pusat tekanan udara rendah di perairan barat Sumatera dan perairan barat Kalimantan.

Kondisi tersebut berpengaruh pada perlambatan kecepatan angin di wilayah Jawa sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi dapat mengakibatkan hujan dengan intensitas lebat disertai kilat dan petir dan angin kencang di beberapa wilayah DIY.

Selain mewaspadai banjir dan tanah longsor, Agus berharap masyarakat Yogyakarta khususnya yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat juga mewaspadai pohon tumbang maupun baliho roboh karena angin kencang.

"Kami berharap masyarakat tidak berlindung di bawah pohon jika terjadi hujan disertai kilat atau petir," kata dia.

(T.L007)
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar