Yogyakarta atur pemasangan reklame di kawasan Pecinan Ketandan

id ketandan, pecinan

Kampung Pecinan Kampung Pecinan Ketandan Yogyakarta.. FOTO ANTARA/Maharani Putri Utami/Ags/13.

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kota Yogyakarta menerbitkan aturan khusus terkait pemasangan reklame pada bangunan permanen di kawasan Ketandan yang selama ini dikenal sebagai kawasan Pecinan di Yogyakarta.
   
“Tujuannya adalah memperlihatkan wajah budaya dan keunikan kawasan Ketandan agar tidak tertutup oleh papan reklame dan tercipta estitika yang selaras dengan lingkungannya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Eko Suryo Maharso di Yogyakarta, Senin.
   
Aturan mengenai pemasangan reklame pada bangunan permanen di kawasan Ketandan ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 26 Tahun 2018.
   
Eko menyebut, peraturan wali kota tersebut akan berlaku penuh satu tahun sejak diundangkan, sehingga pemilik reklame di kawasan tersebut memiliki waktu satu tahun untuk melakukan penataan atau penyesuaian.
   
Berdasarkan peraturan, jenis reklame yang diperbolehkan dipasang di bangunan permanen pada kawasan Ketandan hanya berupa papan atau billboard dan reklame cahaya.
   
“Ukuran dan bentuk reklame yang boleh dipasang serta tata cara pemasangananya pun harus sesuai dengan aturan. Harapannya, reklame di kawasan tersebut akan semakin tertata,” katanya.
   
Reklame hanya boleh dipasang sejajar jalan di lisplank bangunan dengan menggunakan karakter warna dan tulisan sesuai karakter kawasan Ketandan. “Warna yang dominan di Ketandan adalah merah dan kuning,” katanya.
   
Selain itu, reklame tidak boleh menutup ornamen atau arsitektur bangunan, tinggi reklame maksimal satu meter dan panjang maksimal adalah setengah dari panjang lisplank muka bangunan.
   
“Izin untuk reklame yang sudah terpasang sebelum peraturan ini ditetapkan hanya berlaku hingga masa izinnya berakhir,” kata Eko.
   
Eko menyebut, penataan reklame di kawasan Ketandan merupakan bagian dari upaya untuk mengembalikan nuansa Pecinan masa lalu di kawasan tersebut.
   
Dalam beberapa tahun terakhir, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta berupaya melakukan penataan dengan melakukan penataan fasad sejumlah bangunan.
   
Salah satunya adalah fasad bangunan di simpang empat Jalan Ketandan sehingga bangunan yang dulunya tidak tertata kini berubah menjadi salah satu lokasi swafoto yang menarik wisatawan dan banyak diunggah ke media sosial. 
   
Bangunan yang dulu tidak terawat sudah diubah menjadi bangunan menarik dengan dominasi cat warna merah dan kuning.
   
“Sedangkan untuk saat ini, penataan di kawasan Ketandan lebih banyak dilakukan oleh Pemerintah DIY dengan acuan pada perencanaan yang sudah kami susun. Misalnya saja mengubah jalan aspal menjadi jalan dari susunan batu,” katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar