Penumpang Lebaran di Giwangan turun empat persen

id terminal giwangan, penumpang, angkutan Lebaran

Suasana Terminal Giwangan Yogyakarta saat masa Angkutan Lebaran 2018 (ANTARA FOTO/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Sesuai perkiraan awal, jumlah penumpang di Terminal Giwangan Yogyakarta selama masa Angkutan Lebaran mengalami penurunan empat persen dibanding tahun sebelumnya.
   
“Jumlah penumpang yang datang maupun berangkat dari Terminal Giwangan mengalami penurunan empat persen dibanding tahun lalu. Hal ini disebabkan banyak masyarakat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik tahun ini,” kata Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Yogyakarta Bekti Zunanta di Yogyakarta, Senin.
   
Menurut Bekti, bus menjadi moda transportasi pilihan terakhir untuk mudik dibanding moda transportasi lain seperti pesawat terbang, kereta api, dan kendaraan pribadi sehingga jumlah penumpang bus terus mengalami penurunan dalam penyelenggaraan masa angkutan Lebaran dalam beberapa tahun terakhir.
   
Pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2018, lanjut Bekti, perkiraan puncak arus mudik dan arus balik di Terminal Giwangan bahkan meleset dari perkiraan awal.
   
“Kami perkirakan puncak arus mudik akan terjadi H-2 Lebaran, tetapi nyatanya baru terjadi pada hari kedua Lebaran dengan sekitar 23.000 penumpang yang datang,” katanya.
   
Begitu juga dengan puncak arus balik yang semula diperkirakan terjadi pada H+7 Lebaran atau Sabtu (23/6) tetapi, puncak arus balik justru terjadi pada H+6 atau Jumat (22/6) dengan sekitar 21.000 penumpang.
   
“Kebetulan, puncak arus balik di Terminal Giwangan bertepatan dengan penyelenggaraan program balik gratis dari Kementerian Perhubungan yang diikuti sekitar 2.000 orang,” katanya.
   
Meskipun jumlah penumpang mengalami penurunan dibanding pada masa Angkutan Lebaran 2017, namun Bekti memastikan bahwa layanan di terminal tetap dilakukan secara maksimal termasuk penyediaan bus tambahan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang ke sejumlah tujuan tertentu.
   
“Jumlah bus tambahan yang kami berangkatkan cukup banyak, terutama ke arah timur seperti Surabaya karena bus mengalami keterlamabatan masuk ke terminal,” katanya.
   
Keterlambatan bus masuk ke terminal, lanjut Bekti berpotensi menimbulkan penumpukan penumpang sehingga Terminal Giwangan memutuskan untuk memberangkatkan bus tambahan.
   
Selain ke Surabaya Jawa Timur, Terminal Giwangan juga memberangkatkan bus tambahan untuk tujuan Purwokerto dan Cilacap pada hari H Lebaran karena salah satu perusahaan otobus untuk tujuan tersebut tidak beroperasi saat Lebaran hari pertama.
   
Berbeda dengan kondisi di terminal, PT KAI justru memperkirakan ada kenaikan jumlah penumpang pada masa Angkutan Lebaran tahun ini sebanyak 3,5 persen hingga H+10 Lebaran atau Selasa (26/6).
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar