Sleman selenggarakan sosialisasi kearsipan untuk ormas

id Arsip

Pengelolaan arsip (Foto: jogja.antaranews.com)

Sleman (Antaranews Jogja) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan sosialisasi kearsipan untuk organisasi kemasyarakatan di daerah ini, Senin.
    
Kepala DPKS Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi mengatakan bahwa sosialisasi ini perlu dikelola karena Kabupaten Sleman memiliki potensi kearsipan.
    
"Potensi tersebut antara lain tingginya volume arsip seperti kegiatan maupun perisitiwa yang terjadi, banyaknya peistiwa sejarah, budaya, seni, tradisi, dan aset lain, serta tingkat pertumbuhan arsip di Kabupaten Sleman yang cukup tinggi," katanya.
    
Menurut dia, sasaran pembinaan kearsipan di Kabupaten Sleman juga cukup banyak, yaitu 48 SKPD, 86 Pemerintah Desa, BUMD/Perusahaan, 750 sekolah, 70 UPT, organisasi politik maupun masyarakat, serta perorangan.
    
Sekda Kabupaten Sleman Sumadi yang mengatakan bahwa peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kearsipan diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 7 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kearsipan. Perda tersebut  memuat tertib arsip OPD, Pemerintah Desa, BUMD, perusahaan, ormas, dan masyarakat.
    
"Fungsi arsip sebagai identitas jati diri, bukti pertanggungjawaban dan kinerja, sumber informasi, bukti otentik, serta aset sebagai warisan generasi berikutnya," katanya.
    
Menurut dia peran serta masyarakat dalam kearsipan dapat diwujudkan dalam ruang lingkup penyelamatan, pengelolaan, penggunaan arsip.
    
"Selain itu masyarakat juga dapat berperan dalam penyediaan sumber daya pendukung, serta penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan dan penyerahan arsip statis pada Lembaga Kearsipan," katanya.
    
Sosialisasi yang dihadiri 60 peserta dari organisasi politik dan masyarakat se Kabupaten Sleman ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Kepala DPKS Kabupaten Sleman Ayu Lakmidewi, Herry Dwi Kuryanto (Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman), dan Anna Nunuk Nuryani (Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY).
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar