BBPOM temukan bahan makanan mengandung zat kimia

id Bbpom

Ilustrasi (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo menemukan bahan makanan mengandung zat kimia yang membahayakan kesehatan manusia di Pasar Wates.

Kepala BBPOM DIY Sandra Linthin di Kulon Progo, Senin, mengatakan efek dari zat kimia seperti formalin dan rodamin ab sangat berbahaya dan hal ini dirasakan dalam jangka panjang yakni menyebabkan penyakit kanker.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih cermat lagi dan mencadi konsumen cermat dan cerdas, lebih berhati-hati dalam membeli bahan makanan," kata Sandra.

Ia mengatakan temuan zat kimia pada bahan makanan di Pasar Wates berulang terjadi dikarenakan BPOM tidak sampai pada pemusnahan barang sehingga supliyer dan pedagang tidak jera, serta adanya permintaan yang cukup tinggi dari??masyarakat terhadap bahan makanan tersebut.

Pemeriksaan dilakukan di sejumlah kios yang menjual bahan makan yang diindikasi ada zat kimianya, dan temuan tersebut terutama pada makanan cemilan seperti kelanting, kerupuk semprong, kerupuk sermier, boluemprit, ikan teri. Dari 43 bahan makanan yang diuji ditemukan tujuh mengandung formalin pada teri dan delapan mengandung rodamin B pada kerupuk sermier.

"Kami tidak menyita barang bukti yang mengandung zat kimia, namun kami hanya memberikan pembinaan kepada pedagang agar lebih cermat dalam mengambil dagangan dan tidak mengulanginya," katanya.

Koordinator Pasar Wates Juni Pristiwanto mengatakan akan memperketat pengawasan terhadap barang makanan yang masuk di Pasar Wates. Pemeriksaan akan dilakukan setiap enam bulan sekali dan akan diadakan pengarahan pedagang di Pasar Wates.

Selain itu, Juni juga berharap agar para pedagang dapat tegas untuk tidak menjual bahan makanan yang mengandung zat kimia demi kebaikan masyarakat.

"Ke depan, kami berharap tidak ditemukan lagi bahan makanan yang mengandung zat kimia di Pasar Wates, kebanyakan supliyer berasal dari daerah Purworejo dan Gamping," katanya.

Sementara itu, pedagang kerupuk Pasar Wates Adi Sisnoto mengatakan dirinya tidak mengetahui kalau kerupuk yang dijualnya mengandung bahan berbahaya yang merugikan bagi kesehatan.

"Saya tidak tahu kalau kerupuk tersebut mengandung zat kimia karena saya hanya disetori. Setelah ini saya tidak akan lagi menjual kerupuk tersebut demi kebaikan masyarakat," kata Sisnoto.



(T.KR-STR) 02-07-2018 18:24:14

 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar