Menristek targetkan 2019 Indonesia pimpin publikasi ilmiah

id Menristek

Muhammad Nasir (Foto antaranews.com)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menargetkan Indonesia mampu memimpin publikasi ilmiah di Asia Tenggara pada 2019.

"Mudah-mudahan di 2019 Indonesia bisa menjadi `leader` (publikasi ilmiah) di Asia Tenggara," kata Menteri Nasir saat menyampaikan orasi ilmiah dalam peringatan Ulang Tahun Prodi Magister Manajemen (MM) FEB UGM ke-30 di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo MM FEB UGM Yogyakarta, Senin.

Menurut Nasir, cita-cita tersebut telah diimbangi dengan berbagai langkah salah satunya dengan meningkatkan anggaran bidang riset. Dengan demikian, diharapkan lahir publikasi-publikasi ilmiah yang berkualitas. "Ini diperuntukkan untuk semua kampus dan PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) kita prioritaskan," kata dia. 

Nasir mengatakan jumlah publikasi karya ilmiah di jurnal internasional hingga saat ini tertinggi masih ditempati Malaysia.

Ia mengakui jumlah publikasi ilmiah di Indonesia memang masih rendah. Hingga 2014 jumlah publikasi ilmiah Indonesia masih mencapai 4.000 publikasi sedangkan Singapura di saat yang sama mampu mencapai 19.000 publikasi dan Malaysia sebanyak 28.000 publikasi.

"Dengan perbaikan sistem, pada tahun 2017 jumlah publikasi Indonesia mencapai 18.500 sehingga di atas Thailand dengan 16.800 publikasi. Dan pada 2018 ini sudah berhasil melampaui Singapura," kata dia.

Selain publikasi ilmiah, Menristek mengemukakan indeks daya saing Indonesia juga masih rendah. Mengacu data Global Competiveness Index (CGI) 2017, daya saing Indonesia masih berada di peringkat 36 dari 137 negara, jauh di bawah Singapura di urutan 3, Malaysia urutan 23, sedangkan Thailand di posisi 32.

"Rendahnya daya saing bangsa ini salah satunya berasal dari dunia pendidikan tinggi. Kualitas lulusan dan kompetensi yang dihasilkan lebih rendah dibanding negara tetangga," kata Nasir.



(L007) 02-07-2018 19:06:33



 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar