Bantul distribusikan material program padat karya

id Padat karya

Bantul distribusikan material program padat karya

Ilustrasi proyek padat karya (Foto antarafoto.com)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai mendistribusikan material atau bahan bangunan untuk pelaksanaan program padat karya di kelompok masyarakat pada tahun anggaran 2018.
     
"Perkembangan terakhir yang padat karya baru mulai tahap pendistribusian material, kalau total kegiatan padat karya kita tahun ini ada sebanyak 178 lokasi," kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti di Bantul, Jumat.
     
Menurut dia, dari total sebanyak 178 lokasi kegiatan padat karya di 2018 itu untuk pelaksanaan fisiknya akan dibagi menjadi lima tahapan, yang dalam tahapan ada sebanyak 35 sampai 36 lokasi, dan saat ini dalam proses distribusi material tahap pertama. 
     
"Tahap  pertama ini baru mulai distribusi material dari  27 Juni sampai 16 Juli atau selama 20 hari, terus pekerjaan fisiknya akan kita mulai pada 17 Juli sampai 9 Agustus. Untuk tahap pertama ini lokasinya ada di empat kecamatan," katanya. 
     
Empat kecamatan tersebut antara lain wilayah Kecamatan Pajangan, Kasihan, Sedayu dan sebagian wilayah Kecamatan Bantul. Untuk tahap kedua material didistribusikan setelah distribusi material tahap pertama selesai. 
     
"Jadi tidak ada jeda waktu, sebab selesai pekerjaan fisik tahap pertama 9 Agustus jarak dua hari mulai pekerjaan tahap dua, terus pendistribusian material tahap dua mulai 17 Juli dan seterusnya yang akan berakhir nanti pada 29 November 2018 di 178 lokasi," katanya. 
     
Istirul mengatakan, yang mengerjakan kegiatan padat karya di semua lokasi tersebut adalah warga yang dikoordinir pendamping masyarakat setempat guna memberikan pekerjaan, sementara Disnakertrans yang berwenang sebagai pengelola padat karya.
     
Ia mengatakan, berbagai kegiatan program padat karya di Bantul yang dianggarkan sebesar Rp100 juta tiap lokasi itu diantaranya membangun corblok, jalan, pembukaan jalan baru, drainase, talud dan jembatan, namun kebanyakan talud dan cor jalan. 
     
"Kita lihat keberhasilan program karya jnj di tahun-tahun sebelumnya, bahkan sekarang pun di pusat mulai dipadat karyakan, termasuk kegiatan bersumber dari dana desa. Tujuannya memberikan pekerjaan pada penganggur dan masyarakat miskin," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar