Asita DIY gencarkan promosi destinasi wisata alternatif

id Kali biru

Tempat wisata baru "Jurang tembelan" Pengunjung berada di kawasan wisata Jurang Tembelan Kanigoro, Mangunan, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (31/1). Jurang tembelan yang merupakan salah satu tempat wisata baru di Bantul yang dibuka sejak setengah tahun terakhir itu menjadi tempat wisata alam yang tengah dikembangkan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/17.

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Asosiasi Tour dan Travel Agen Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menggencarkan pemasaran destinasi wisata alternatif untuk mendongkrak kunjungan serta lama tinggal wisatawan di Yogyakarta.

"Keberadaan destinasi wisata alternatif berpotensi meningkatkan lama tinggal dan frekuensi perjalanan wisata mereka," kata Ketua Asosiasi Tour dan Travel Agen Indonesia (Asita) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Udhi Sudhiyanto di Yogyakarta, Minggu.

Destinasi wisata alternatif yang dikemas secara menarik, menurut dia, akan memberikan banyak pilihan bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Ia mengatakan banyak destinasi wisata alternatif baik berbasis kuliner maupun alam di Yogyakarta yang layak dipromosikan. Di antaranya Telaga Biru di Semin, Gunung Kidul, Kali Biru di Kulon Progo, serta Hutan Pinus di Mangunan, Dlingo, Bantul.

Saat ini, menurut dia, menjadi momentum yang tepat untuk menggenjot promosi destinasi alternatif kepada wisatawan mancenagera karena saat ini sedang memasuki masa liburan musim panas bagi wisatawan Eropa.

Menurut dia, kunjungan wisatawan Eropa ke Yogyakarta akan terus mengalami lonjakan mulai akhir Juni hingga Agustus 2018. Agenda wisata mereka juga lebih padat dibandingkan wisatawan domestik karena rata-rata memiliki lama tinggal hingga 3-4 hari.

 Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta memastikan destinasi wisata yang tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta tetap aman dikunjungi meski Gunung Merapi saat ini masih berstatus waspada.

Berdasarkan data kunjungan di lapangan, menurut Aris, secara umum jumlah wisatawan yang datang ke DIY belum terpengaruh secara signifikan dengan status waspada Gunung Merapi.

"Destinasi-destinasi wisata yang (lokasinya) berjarak lebih dari radius tiga kilometer dari Gunung Merapi tetap aman dikunjungi," kata Aris.



 (L007).

 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar