Dispar Kulon Progo intensifkan promosi destinasi wisata

id Wisata Kulon Progo,Kulon Progo

Pengunjung objek wisata Kalibiru, Kabupaten Kulon Progo, DIY. (FOTO ANTARA/MAMIEK)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengintensifkan promosi 10 destinasi wisata yang kekelola oleh pemerintah setempat guna mendongkrak jumlah kunjungan wisata.
     
"Secara prinsip, kami mempromosikaj destinasi wisata yang ada di Kulon Progo, baik yang dikelola oleh pemkab dan masyarakat, baik media sosial dan media cetak," kata Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo Yudono di Kulon Progo, Senin.
     
Ia mengatakan promosi melalui media elektronik melalui program "sobo ndeso". Selama 2018, Dispar sudah mempromosikan sebanyak dua kali. Targetnya, promosi lewat "sobo ndeso" enam kali.
   
 "Kami menyadari, pariwisata merupakan sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat. Untuk itu, kami berusaha mempromosikan potensi wisata yang ada di Kulon Progo," katanya.
     
Yudono mengakui dari 10 destinasi wisata yang dikelola oleh pemkab, destinasi yang paling banyak dikunjungi adalah Pantai Glagah, Nglinggo-Tritis, dan Sermo. Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan destinasi wisata yang dikelola oleh pemkab banyak tidak berkembang dan jumlah pengunjungnya sedekit. Ada pun kendalanya, yakni infrasktruktur yang banyak dibenahi, dan manajemen pengelolaan dan letak geografis.
     
"Kita ketahui bersama infrastruktur jalan menuju kawasan objek wisata tidak layak. Kondisi geografis objek wisata yang sulit terjangkau dan terjal. Hal ini menjadi pemikiran kami bagaimana seluruh objek wisata di Kulon Progo dikunjungi banyak wisatawan," harapnya.
     
Terkait infrastruktur jalan, lanjut Yudono, pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), salah satunya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP).
   
 "Kami sudah melakukan koordinasi dengan DPUPKP, DLH, soal sampah-sampah dan infrastruktur jalan, khususnya Bedah Menoreh," katanya.
     
Anggota Fraksi PKS DPRD Kulon Progo Hamam Cahyadi meminta pemerintah setempat segera menyerahkan rencana induk Bedah Menoreh.
     
"Pada perubahan Perda RTRW, Bedah Menoreh menjadi salah satu faktor signifikan dalam penataan ruang di Kulon Progo. Untuk itu, kami minta pemkab dalam hal ini Dinas Pertanahan dan Tata Ruang harus segera menyerahkan rencana induk Bedah Menoreh," kata Hamam.
   
Ia mengatakan Bedah Menoreh tidak lepas dari dorongan percepatan pemerintah pusat mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, di mana kawasan Bukit Menoreh di Kulon Progo menjadi kawasan penyangga.
   
Dia menilai, Pemkab Kulon Progo terkesan lamban dalam menyikapi program nasional tersebut. Ia berharap Kulon Progo tidak ketinggalan momen besar percepatan pengembangan kawasan secara nasional.
     
"Pemkab segera responsif dan cepat menangkap program pusat. Kami minta program Bedah Menoreh selesai pada masa Pemerintahan Jokowi. Jangan sampai rencana Bedah Menoreh sebagai penyangga KSPN Borobudur sebatas wacana," katanya lagi.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar