Polres Bantul patroli wilayah perbatasan

id Polres Bantul

Polres Bantul Prov.D.I.Yogyakarta (jogja.antaranews.com)

Bantul  (Antaranews Jogja) - Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memprioritaskan melakukan patroli wilayah terutama di wilayah perbatasan dengan kabupaten/kota lain antisipasi tindak kejahatan atau potensi konflik.
    
"Kalau saya itu sebetulnya semuanya sama jadi prioritas, namun tentunya yang khusus ini wilayah perbatasan atau antarkota," kata Kepala Polres (Kapolres) Bantul AKBP Sahat M Hasibuan usai Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-72 di Polres Bantul, Rabu.
    
Menurut dia, wilayah perbatasan seperti sisi barat Bantul yang berbatasan dengan Kulon Progo, kemudian utara berbatasan dengan Kota Yogyakarta dan sisi timur berbatasan dengan Gunung Kidul itu menjadi prioritas patroli karena potensi kejahatan lebih tinggi.
    
"Karena memang tingkat kejahatan lebih tinggi dibanding di wilayah yang tidak perbatasan dengan kota lain, tetapi artinya tetap semua sama dan kita tetap melaksanakan patroli wilayah," kata Kapolres.
    
Kapolres mengatakan, patroli yang dilakukan itu kepolisian bersinergi dengan elemen lain seperti TNI, organisasi masyarakat (ormas) dan eleman lainnya, sebab mereka yang memahami kondisi kamtibmas di wilayahnya.
    
"Intinya semua kita gandeng untuk menjaga Bantul ini bisa aman dan kondusif, jadi tidak hanya polisi, tapi juga masyarakat kita ajak, bahkan sekarang ini di tingkat desa sudah kita aktifkan kembali pos kamling," kata Kapolres.
    
Kapolres menambahkan, nah itulah upaya kita untuk menjaga situasi dan kondisi ditingkat paling bawah, tingkat desa dan dusun. Jadi kita kerja sama supaya Bantul terus terang bisa aman dan kondusif, katanya.
    
Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam amanat tertulis yang dibacakan Kapolres Bantul saat Upacara Peringatan Hari Bhayangkara tersebut mengimbau agar seluruh personel kepolisian tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar