Anggaran pemeliharaan jalan di Kulon Progo turun

id Jalan rusak,Kulon Progo

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo melakukan peninjaun lokasi jalan rusah. Padahal jalan tersebut baru diperbaiki. (Humas Kabupaten Kulon Progo)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengakui anggaran pemeliharaan rutin infrastruktur jalan setiap tahun mengalami penurunan dari Rp7 miliar pada 2017 menjadi Rp3 miliar pada 2018.
       
"Biaya pemeliharaan rutin jalan setiap tahun berkurang. Kalau ada paket perkerjaan yang membutuhkan anggaran, biasanya diambilkan dari biaya pemeliharaan rutin," kata Kepala  Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo Gusdi Hartono di Kulon Progo, Kamis.
     
Ia mengatakan panjang jalan kabupaten, jalan lokal primer 1 dan 2 di Kulon Progo sepanjang 1.200 kilometer. Kalau diasumsikan kondisi jalan kondisi baik 800 kilometer, dan anggaran pemeliharaan setiap kilometer sebesar Rp20 juta, maka kebutuhan pemeliharaan rutin setiap tahun berkisar Rp16 miliar.
     
"Artinya bahwa alokasi anggaran pemeliharaan rutin jalan jauh dari kata ideal. Sehingga kalau ada keluhan warga jalannya rusak dan minta diperbaiki, kami membuat skala priorotas," katanya.
     
Anggota Komisi III DPRD Kulon Progo Nur Eny Rahayu mengatakan anggaran pemeliharan rutin sebesar Rp3 miliar pada 2018 sangat kurang sekali. Kalau anggaran kurang, maka yang dirugikan adalah pelayanan jalan.
     
Menurut Nur Eny, jalan kalau tidak pelihara maka kerusakannya semakin parah lagi, sehingga anggarannya masuk anggaran pemeliharaan berkala. Di Kulon Progo mempunyai perencanaan jalan yang masuk pemeliharaan berkala itu, anggaran masuk pada pemeliharaan rutin.
     
"Anggaran pemeliharaan jalan yang jauh lebih besar, kami usulkan untuk dikurangi dan dialihkan untuk anggaran pemeliharaan rutin, supaya lebih efisien dan masyarakat dapat menikmati jalan dalam kondisi baik," katanya. 
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar