Ratusan siswa bersaing di OPSI Yogyakarta

id olimpiade penelitian siswa indonesia, smp

Salah satu tim peserta Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2018 jenjang SMP yang digelar di Taman Pintar Yogyakarta (ANTARA FOTO/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Ratusan siswa yang berasal dari 98 tim siswa SMP di Kota Yogyakarta bersaing untuk menjadi yang terbagi dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia yang digelar di Taman Pintar Yogyakarta, Selasa.
   
“Ada tiga cabang yang diperlombakan, mulai dari kategori IPA dan lingkungan, IPS dan kemanusiaan serta bidang teknik dan rekayasa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana di Yogyakarta, Selasa.
   
Edy berharap, melalui Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tersebut, siswa dapat mengembangkan berbagai ide yang dimiliki sesuai dengan minat dan bakat mereka di bidang tertentu.
   
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari percepatan pembangunan pendidikan bermutu. Generasi muda dari Yogyakarta pun menjadi bagian dari generasi emas Indonesia,” kata Edy.
   
Dalam olimpiade tersebut, terdapat sejumlah peralatan unik yang didesain oleh siswa, di antaranya pendeteksi gempa bumi dan pendeteksi kebakaran. Peralatan tersebut dilombakan untuk bidang IPA dan lingkungan. 
   
Sedangkan untuk bidang IPS dan kemanusiaan, sejumlah tim menampilkan berbagai rencana untuk pengembangan pariwisata di Yogyakarta.
   
Persaingan terbanyak berada di kategori IPA dan lingkungan yang diikuti 41 tim, sedangkan di kategori IPS dan kemanusiaan diikuti 26 tim dan kategori teknis dan rekayasa diikuti 31 tim.
   
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang membuka OPSI mengatakan, olimpiade tersebut menjadi wadah untuk menumbuhkembangkan jiwa penelitian dan riset di kalangan pelajar SMP.
   
“Melalui kegiatan ini, siswa SMP bisa belajar menjadi peneliti yang tangguh untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di lingkungan sekitar,” kata Haryadi.
   
Menurut dia, penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sudah menjadi hal yang wajib dimiliki pelajar sehingga pelajar pun bisa mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di lingkungan sekitar mereka.
   
“Jika menemukan permasalahan di lingkungan, mereka bisa melakukan analisa dan menyimpulkan jawaban secara ilmiah untuk menyelesaikan maasalah,” katanya.
   
Ia pun berharap, melalui OPSI tersebut akan muncul peneliti-peneliti muda dari Yogyakarta yang nantinya bisa bersaing di tingkat internasional.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar