Kemenperin akan menjaring 1.150 pengusaha IKM

id ukm

Ilustrasi (Foto Antara)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian akan menjaring sekitar 1.150 orang untuk menjadi pengusaha IKM lewat peluncuran kembali Program e-Smart IKM di Bogor, Jawa Barat.

        "Rencananya akhir Juli atau awal Agustus kami ke yang belum jadi IKM, kami mau memberi  tahu bahwa jadi pengusaha itu tidak usah takut-takut. Sekarang sudah gampang semuanya," kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat.

         Gati menambahkan, IKM yang kerap mengeluhkan soal pemasaran produk, kini sudah mendapatkan solusi, yakni melalui e-Smart IKM, di mana pelaku IKM dibina bagaimana caranya memasarkan produk secara online dengan tepat sasaran.

         "Jadi, bagi yang belum menjadi pelaku IKM, mulai saja dahulu. Nanti ikuti pembinaan untuk usahanya," ungkap Gati.

         menargetkan sebanyak 4000 industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri akan bergabung dalam program e-Smart IKM pada tahun 2018, meningkat dibanding tahun lalu yang pesertanya sudah mencapai 2.730 IKM.

        "Kami terus memacu IKM kita agar mampu memasarkan produknya di marketplace melalui program e-Smart IKM, yang merupakan sistem basis data dengan menyajikan berupa profil, sentra, dan produk IKM," ujar Gati.

        Menurut Gati, pemanfaatan e-Smart IKM juga dapat memberikan jaminan terhadap produk, keamanan dan standarisasi. Sejak diluncurkan e-Smart IKM pada Januari 2017 lalu, Kemenperin telah menggandeng sejumlah marketplace dalam negeri seperti Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Shopee, dan Blanja.com.

         Dalam mendukung implementasi program tersebut, dilaksanakan pula workshop e-Smart IKM.

         Peserta yang mengikuti dibekali pelatihan selama dua hari mengenai pengetahuan untuk peningkatan daya saing dan produktivitas usahanya serta mendapatkan sosialisai terkait pemberian fasilitas dari Kemenperin.

         "Beberapa materi yang mereka terima, misalnya informasi tentang kredit usaha rakyat (KUR), program restrukturisasi mesin dan peralatan, hak kekayaan intelektual, SNI wajib, kemasan produk, serta strategi penetapan harga," sebutnya.

         Pada hari kedua, lanjut Gati, peserta lokakarya e-Smart diberikan pelatihan untuk cara foto produk, mengunggah foto dan cara berjualan di marketplace.
   
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar