Asita kembangkan Kulon Progo "Heart of Java"

id wisata kulon progo

Pengunjung objek wisata Kalibiru, Kabupaten Kulon Progo, DIY. (FOTO ANTARA/MAMIEK)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta berkomitmen jadikan potensi wisata di Kabupaten Kulon Progo menjadi "Heart of Java" dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta.
     
Ketua DPD Asita DIY Udhi Sudiyanto di Kulon Progo, Senin, mengatakan potensi wisata Kulon Progo sedang "naik daun", Asita DIY siap membantu dalam mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam dalam  mengembangkan wisata yang ada.
     
"Kami akan menjadikan Kulon Progo menjadi "Heart of Java"," kata Udhi.
     
Menurut dia, Kulon Progo memiliki pekerjaan rumah dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta, yakni lama tinggal (length of stay/LOS) wisatawan yang berkunjung. Asita tertantang untuk menjadikan Kulon Progo sebagai wisata transit turis mancanegara. Sehingga, misalnya penumpang pesawat yang transit di Bandara Internasional Yogyakarta dari Bangkok, Dubai mau ke Sydney atau Perth, bisa singgah dan memanfaatkan waktu transit mereka untuk berwisata di Kulon Progo. 
     
"LOS menjadi tantangan baru bagi Kulon Progo. Dalam waktu singkat harus menjadi daerah tujuan utama kunjungan wisata, dan harus menjadi destinasi unggulan," katanya.
    
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo Niken Probo Laras msngatakan pihaknya bekerja keras mengembangkan potensi wisata lokal berbasih masyarakat menjadi tujuan wisatawan saat Bandara Internasional Yogyakarta beroperasi.
     
Pada tahap awal ini, terkait LOS, Dispar memberikan bantuan renovasi rumah yang dijadikan homestay sebesar Rp10 juta per rumah. Bantuan diberikan di kawasan Sermo. Bantuan ini supaya rumah-rumah dan homestay di sana menjadi homestay sesuai standar pariwisata internasional. Langkah ini didukung dengan adanya program serupa dari Pemerintah DIY. Langkah lainnya, Dispar dan Pemda DIY serta pihak-pihak lain bekerjasama memberikan pelatihan kepada para pengelola homestay, tentang cara melayani tamu, hospitality, berbahasa asing hingga sertifikasi.
   
 "Tidak sedikit tamu yang mulai mencari pemandu wisata dan pengelola pariwisata yang tersertifikasi," terangnya.
     
Menurut dia, mewujudkan LOS dengan jangka waktu tertentu bukan pekerjaan yang mudah. Semua akan terwujud dengan kerja sama semua pihak. Pemkab berupaya menggandeng Asita dalam membentuk paket wisata, karena asosiasi ini berperan membawa wisatawan berkunjung ke sebuah daerah. Lewat pembentukan paket wisata berikut promosinya ini, diharapkan Kulon Progo tidak hanya dilintasi wisatawan yang transit melalui Bandara Internasional Yogyakarta saja, melainkan juga disinggahi dalam waktu tertentu.
     
"Kami bekerja keras supaya hal itu tidak terjadi. Target kami, wisatawan di Asia berkunjung ke Kulon Progo,” katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar