Bantul mempersiapkan generasi muda menjadi SDM unggul

id suharsono

Bantul mempersiapkan generasi muda menjadi SDM unggul

Bupati Bantul Suharsono (jogja.antaranews.com)

Bantul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengadakan talkshow bertema "Wawasan Politik sebagai Pengaman Generasi Anak Bangsa" guna mempersiapkan generasi muda daerah ini menjadi sumber daya manusia yang unggul. 
     
"Anak adalah masa depan bangsa, sehingga menjadi tugas pemerintah dan semua untuk mendidik, mendampingi dan mempersiapkan anak-anak menjadi manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi," kata Bupati Bantul Suharsono saat membuka talkshow itu di Bantul, Sabtu. 
     
Oleh sebab itu, Bupati Bantul berharap, kegiatan yang menghadirkan narasumber pihak kompeten akan mampu melahirkan aksi-aksi selanjutnya sebagai upaya nyata untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak untuk perkembangan mereka. 
     
Bupati mengatakan, bahwa tahun depan adalah tahun politik, masa kampanye politik secara sadar atau tidak tentu akan mengundang perhatian anak untuk mencerna informasi dan menjadi komoditas politik sesaat. 
     
"Jika anak sampai terlibat dalam aktifitas politik apapun bentuknya pasti akan membawa dampak negatif bagi anak. Dampak yang bisa terjadi salah satunya bulying, kekerasan akibat perbedaan pendapat sesama anak," katanya. 
     
Bupati mengatakan, hal itu terjadi karena masih rendahnya kemampuan anak dalam mencerna informasi dan menyikapi perbedaan sikap yant terjadi dan bahkan mungkin terjadi anak mereplikasi perilaku orang dewasa yang kadang anarkis ketika beda pendapat. 
     
"Situasi sosial-politik kita pernah dibuat heboh oleh beberapa peristiwa yang melibatkan anak-anak. Peristiwa tersebut merupakan contoh kasus nyata bagaimana anak-anak tidak terpisah dari banyak situasi atau peristiwa politik komtemporer," katanya. 
     
Oleh karena itu, kata dia, kegiatan ini akan menjadi media penting untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran yang bisa diaktualisasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari untuk melindungi anak-anak kita dengan memberikan pembelajaran kepada anak. 
     
 "Kita perlu mentraining anak-anak sejak dini untuk terbiasa dengan jalan dialog, mendengar suara yang berlainan dan respek pada keragaman. Kita harus memberi ruang tanpa batas bagi anak-anak belajar tentang kebebasan berekspresi dan kebebasan berfikir," katanya. 
     
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bantul Eddy Susanto mengatakan, kegiatan talkshow dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional Bantul ini diikuti sebanyak 100 orang perwakilan dari fonaba (forum anak Bantul) dan perwakilan SMP dan SMA se-Bantul. 
     
"Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kepedulian dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak. Dengan hasil yang diperoleh berupa masukan, pemikiran, aspirasi dan harapan anak sebagai bentuk partisipasi anak dalam proses pembangunan di Bantul," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar