1.000 peserta akan ikuti uji kompetensi massal

id Pelatihan kerja

1.000 peserta akan ikuti uji kompetensi massal

Ilustrasi- Pelatihan di BLKPP Peserta menyelesaikan proses perakitan radio di Balai Pelatihan dan Pengambangan Produktifitas (BLKPP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (13/5). Pelatihan kerja seperti elektronik, menjahit, perhotelan, las maupun otomotif yang diberikan oleh BLKPP dengan daya tampung sekitar 1200 peserta per tahun itu guna menekan angka pengangguran di DIY serta untuk menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Foto ANTARA/Andreas Fitri Atmoko/15.

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat menargetkan akan ada sebanyak 1.000 peserta yang mengikuti uji kompetensi massal di sela penyelenggaraan Gelar Karya Kursus-Pelatihan dan "Job Fair" di Yogyakarta, 11 Agustus mendatang.

"Akan ada 12 jenis keterampilan yang masuk dalam uji kompetensi ini. Peserta tidak hanya dari Yogyakarta saja tetapi banyak juga dari daerah-daerah lain," kata Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Yusuf Muhyiddin di Yogyakarta, Kamis.

 Jenis keterampilan yang akan diujikan dalam uji kompetensi di antaranya, refleksi, Bahasa Inggris, akuntansi, bordir dan sulam, tata rias pengantin, tata rias pengantin muslim, membantik dan tata busana.

Dalam uji kompetensi tersebut, peserta akan menjalani dua macam ujian yaitu ujian teori dan praktik. Seluruh ujian terselenggara dalam satu hari.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi dan sertifikat yang akan diberikan ke peserta dapat digunakan untuk meningkatkan daya saing mereka saat bersaing di dunia kerja.

 Selain uji kompetensi, dalam kegiatan tersebut juga akan diselenggarakan ?job fair? dari 10 perusahaan yang menawarkan sekitar 1.870 lowongan kerja.

"Jadi, kami tidak hanya menyelenggarakan pameran gelar karya dari lembaga pendidikan nonformal seperti lembaga kursus dan pelatihan saja, tetapi juga ada uji kompetensi dan `job fair?. Harapannya, tidak hanya membantu peserta kursus saja, tetapi juga masyarakat umum pencari kerja," katanya.

Kegiatan Gelar Karya Kursus-Pelatihan tersebut rencananya dibuka secara langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat maupun peserta kursus untuk meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.

"Masyarakat bisa mengikuti uji kompetensi atau mencari lowongan kerja. Perusahaan yang nantinya ikut dalam pameran pun sebagian besar berada di Yogyakarta dan sekitarnya," kata Heroe.

 Ia berharap, lowongan kerja yang disediakan dapat terserap maksimal sehingga membantu menurunkan angka pengangguran di Kota Yogyakarta. Perusahaan yang menawarkan lowongan kerja di antaranya bergerak di bidang manufaktur, karoseri, restoran , tekstil dan garmen.

"Beberapa waktu lalu, juga ada kegiatan `job fair?. Namun, dari 5.700 lowongan yang disiapkan, hanya terserap sekitar 2.000 saja karena banyak perusahaan yang berlokasi jauh dari Yogyakarta," katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana mengatakan, memiliki program Panca Astra yang juga ditujukan untuk membantu masyarakat untuk mengikuti kursus atau pelatihan hingga uji kompetensi.

"Peserta pun banyak dari luar daerah, tidak hanya Kota Yogyakarta saja," kata Edy.

(E013) 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar