BCA menggelar literasi keuangan untuk siswa-siswi di Gunung Kidul

id bca

BCA (Foto Istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggelar edukasi literasi keuangan kepada sekitar 1.000 siswa-siswi beberapa sekolah menengah pertama negeri dan sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Edukasi literasi keuangan ini merupakan wujud dari pilar Bakti BCA, yakni Solusi Cerdas dan Solusi Sinergi sekaligus sebagai kontribusi BCA dalam mendukung program pemerintah agar siswa-siswi SMP dan SMA memiliki gambaran dan pengetahuan yang utuh tentang manfaat keuangan," kata Direktur BCA Suwignyo Budiman di Gunung Kidul, Senin.

Menurut dia, pendidikan literasi keuangan sangat diperlukan untuk mendidik anak-anak yang sadar dan paham tentang bagaimana cara mengelola keuangan secara bijak dan sesuai kebutuhan. Pendidikan ini pun harus diberikan sedini mungkin kepada anak-anak di Indonesia karena kebiasaan mengelola uang yang baik akan sangat menolong bagi anak di kemudian hari.

"Kami berterima kasih telah diberikan kesempatan berinteraksi dan berbagi kepada siswa-siswi mengenai pentingnya mengembangkan kebiasaan positif sejak dini, salah satunya menabung," kata Suwignyo.

Ia mengatakan, edukasi literasi keuangan sengaja dikemas secara menarik sesuai dengan tantangan pembelajaran masa kini. Siswa-siswi diajak "bermain" memasuki lorong-lorong edukasi yang berisi materi-materi keuangan antara lain pengenalan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Institut Jasa Keuangan (IJK), pentingnya menabung, layanan perbankan, dan investasi.

Siswa-siswi didorong untuk aktif membaca, bertanya, menyimak cerita. Siswa-siswi juga mendapatkan kesempatan menyaksikan pagelaran wayang, yang menceritakan pentingnya menabung uang dan juga menabung amal dengan judul Laku Bijak Resi Subali, yang dipentaskan secara apik oleh dalang Sujiwo Tejo.

"Selama kegiatan siswa-siswi dapat menyaksikan berbagai hiburan positif dari Voice of Halo BCA, Edukasi melalui Mobil Literasi Keuangan milik OJK, dan berbagai layanan transaksi perbankan oleh para agen LAKU BCA," kata Suwignyo.

Ia mengatakan, BCA berkomitmen untuk peduli terhadap nasib anak Indonesia, salah satunya memberikan edukasi tentang menabung. BCA menyadari kebiasaan mengelola keuangan perlu ditanamkan sejak dini agar terbiasa dan lebih mudah mengelola keuangan, termasuk tabungan.

"Kegiatan ini merupakan wujud komitmen BCA terhadap pengembangan anak-anak di Indonesia yang kami nilai sangatlah esensial dalam membantu mewujudkan generasi muda Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia," kata Suwignyo.

Komisaris Independen BCA Cyrillus Harinowo mengatakan, di Indonesia pendidikan literasi keuangan masih menjadi sesuatu yang sangat jarang dilakukan, baik di lingkup keluarga maupun sekolah.

Oleh karena itu, BCA akan terus berupaya dalam meningkatkan literasi keuangan di Indonesia, khususnya wilayah-wilayah yang masih memiliki tingkat literasi keuangan yang minim.

"Pendidikan literasi keuangan pada anak bukan sekadar pada pengenalan uang, namun lebih jauh pendidikan literasi keuangan pada anak adalah sebuah konsep tentang pengenalan pengelolaan keuangan secara bijak dan mampu mengontrol pengeluaran keuangan," kata Cyrillus.

Selain Suwignyo Budiman dan Cyrillus Harinowo, hadir dalam acara literasi keuangan itu antara lain Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito, Bupati Gunung Kidul Badingah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunung Kidul Bahron Rosyid, Kepala OJK DIY Untung Nugroho.

Selain itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Budi Hanoto, Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Inge Setiawati, Kepala Kantor Wilayah I BCA Gunawan Budi Santoso, Executive Vice President Center of Digital BCA Wani Sabu, Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) Yogyakarta Sasmita.

Kemudian manajemen sekolah, siswa-siswi yang terdiri atas SMPN 1 Semanu, SMPN 1 Ponjong, SMPN 1 Karangmojo, SMAN 1 Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar