Petani bawang merah diminta tunda jual panen

id Bawang merah

Petani bawang merah, dok

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong para petani bawang merah melakukan tunda jual hasil panen supaya harga tidak jatuh.

Bupati Gunung Kidul Badingah di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan pihaknya mengapresiasi kelompok tani maju Karanggumuk, Desa Karangrejek, Wonosari, yang mampu mengolah lahan saat musim kemarau, dengan ditanami bawang merah.

"Kami atas nama Pemkab Gunung Kidul mengapresiasi para petani yang mampu mengolah lahan pada musim kemarau sehingga mampu menghasilkan bawang merah yang luar biasa," katanya di sela panen raya bawang merah di Karangrejek, Wonosari.

Dia berharap para petani tidak tergesa-gesa menjual hasil panen ke tengkulak. Sehingga diharapkan hasil panen bisa meningkat dari segi harga.

"Saya berharap petani jangan tergesa menjual, kalau perlu petani survei harga pasar. Kalau lebih tinggi dijual ke pedagang, jangan dijual ke tengkulak karena bagaimana pun juga kita menginginkan kesejahteraan petani," katanya.

Badingah mengatakan akan meminta Dinas Pertanian dan Pangan untuk ikut mendampingi para petani pascapanen.

"Saya minta Dinas Pertanian dan Pangan mengawal para petani agar harga tidak hancur karena tengkulak, kami berusaha memproteksi petani," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto mengatakan pihaknya akan berusaha mendampingi petani. Dia mengaku tidak bisa melakukan terlalu jauh dalam pengawasan harga pasar, karena selama ini memang pasar menjadi penentu utama harga.

"Harga bawang merah hasil panen di sini cukup bagus, kemarin 3.000 meter sudah ditawar Rp25 juta, tetapi oleh petaninya belum dilepas, minta Rp30 juta. Di sini (Kelompok Tani Maju Dusun Karanggumuk) mampu menghasilkan 19,6 ton per hektare bawang merah kering, ini bagus sekali. Sekarang harga bawang merah kering Rp22 ribu sampai Rp24 ribu per kg," katanya.

Ia mengatakan lahan pertanian di Desa Karangrejek ini merupakan program Upsusu Babe Gunung Kidul yang dialokasinya 60 hektare bawang merah di 58 kelompok tani di 14 kecamatan. Untuk cabai rawit dan keriting 75 hektare di 66 kelompok di 13 kecamatan.

"Tujuan dari Upsus Babe adalah menjaga ketersediaan pasokan bawang merah dan cabai di Kabupaten Gunung Kidul. Selain itu menekan lojakan harga yang sering terjadi di pasaran," katanya. 

Bambang mengatakan pihaknya terus mendorong kepada para petani muda untuk ambil bagian dalam pertanian. Selain banyaknya program dari pemerintah, petani saat ini dipermudah dengan banyaknya bantuan dari pemerintah terkait alat pertanian.

"Kami berusaha agar petani muda ikut mengambil bagian dalam meningkatkan produktivitas petani," katanya.
(T.KR-STR/B/N. Yuliastuti)
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar