Hewan kurban terindikasi sakit diminta diisolasi

id pemantuan,hewan kurban

Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta melakukan pemantuan kesehatan hewan kurban di tempat penjualan hewan kurban (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta  (Antaranews Jogja) - Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta meminta penjual untuk segera mengisolasi hewan kurban yang didiagnosis sakit, meskipun hanya sakit ringan, agar tidak menularkan penyakitnya ke hewan lain.
   
“Setelah diisolasi, hewan-hewan yang didiagnosis sakit tersebut juga harus segera diobati. Jika diperlukan, petugas dari poliklinik hewan bisa mengecek dan mengobati penyakit hewan kurban,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di sela pemantuan tempat penjualan hewan kurban di Yogyakarta, Jumat.
   
Menurut dia, berdasarkan hasil pemantauan sementara, rata-rata hewan kurban dalam kondisi fisik yang sehat, namun ada beberapa kambing yang mengalami sakit ringan terutama iritasi mata.
   
Kondisi tersebut, lanjut Sugeng, terjadi akibat proses transportasi hewan kurban dari daerah asal ke Kota Yogyakarta. Hewan kurban yang dijual di Yogyakarta berasal dari luar kota seperti Temanggung atau Wonosari Gunung Kidul.
   
“Mereka dibawa ke Yogyakarta menggunakan kendaraan bak terbuka. Dimungkinkan, hewan kurban ini mengalami iritasi akibat debu di sepanjang perjalanan,” katanya.
   
Kambing atau sapi yang mengalami iritasi mata kemudian diberi obat berupa salep dan jika diperlukan diberi tambahan suntikan vitamin A. Penyakit tersebut akan sembuh dalam waktu tiga hari.
   
Iritasi mata, lanjut dia, tidak akan mempengaruhi kondisi kesehatan kambing atau sapi dan hewan tersebut tetap akan dinyatakan layak sebagai hewan kurban.
   
Namun demikian, lanjut Sugeng, proses isolasi tersebut hanya dapat dilakukan apabila lokasi penjualan cukup luas sehingga pedagang masih memiliki lahan untuk tempat karantina bagi hewan yang sakit.
   
Sedangkan untuk pedagang kecil yang berjualan di tepi jalan akan sulit memiliki tempat isolasi. “Kami akan mengimbau agar pedagang bisa mengurangi kepadatan hewan kurban yang dijual,” katanya.
   
Sugeng menyebut, di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 180 titik penjualan hewan kurban. Petugas akan mendatangi semua lokasi penjualan tersebut dan memberikan kalung ke kambing atau sapi yang dinyatakan layak kurban.
   
“Pembeli harus memastikan bahwa kambing atau sapi yang dibeli sudah diperiksa. Tandanya, hewan tersebut sudah memiliki kalung layak kurban,” katanya.
   
Sementara itu, Ketua II Pusat Pengadaan Hewan Qurban (PPHQ) Angkatan Muda Muhammadiyah Kotagede Yogyakarta Muh. Syafiq mengatakan, mendatangkan hewan dari beberapa daerah yaitu Magelang dan Temanggung untuk kambing dan Wonosari serta Wonogiri untuk sapi.
   
Kambing dijual dengan kisaran harga Rp1,5 juta hingga Rp4,1 juta serta sapi antara Rp17,5 juta hingga Rp27 juta.
   
Pada tahun ini, PPHQ AMM Kotagede menargetkan mampu menjual 500 kambing dan 20 sapi atau lebih banyak dibanding tahun lalu.
   
“Untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi yang sehat, kami memiliki petugas yang mengecek kondisi kesehatan hewan setiap hari. Saat ada yang sakit, langsung diisolasi,” katanya. 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar