Indonesia-Jerman memperkuat pelatihan vokasi

id hanif

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (antaranews.com)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Pemerintah Indonesia melalui membuka kerja sama dengan pemerintah Jerman dalam bidang pendidikan dan pelatihan vokasi, hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pekerja Indonesia dalam kaitannya investasi sumber daya manusia.  
    
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri dengan  Duta Besar Jerman untuk Indonesia Michael Freiherr von Ungern-Sternberg di Kantor Kemnaker, Jakarta pada Selasa.

"Kita terus mematangkan konsep kerja sama di bidang vokasi. Kita dorong kerja sama vokasi yang terdiri dari pembiayaan peningkatan keterampilan dan skema tunjangan bagi pekerja korban PHK dan keluarganya ," kata Hanif melalui siaran pers.

Untuk melaksanakan kerja sama ini nanti akan ada tim dari Jerman yang melakukan pengukuran kebutuhan yang menjadi prioritas dalam kerjasama pendidikan dan pelatihan vokasi.

Akan ada pembicaraan lebih jauh antara pemerintah Jerman, Kemnaker serta kementerian terkait lainnya. Kita juga melibatkan dukungan Komite Vokasi Nasional dalam kerja sama ini, tambahnya.

Hanif menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk penguatan kerja sama bidang pendidikan dan pelatihan vokasi antara Indonesia dan Jerman yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Indonesia dan Jerman memang selama ini telah menjalin berbagai kerja sama, termasuk bidang pendidikan dan pelatihan vokasi diantaranya mencakup pembuatan kurikulum pelatihan dan Training of Trainers (ToT), lanjutnya.   
    
Hanif mengatakan Jerman merupakan partner strategis bagi Indonesia dalam mengembangkan sistem pelatihan vokasi. Jerman dinilai telah berhasil dalam membangun sistem pelatihan vokasi di negaranya melalui skema investasi SDM.

Kerja sama ini bukan hanya untuk Balai Latihan Kerja (BLK) saja, tapi untuk membantu lembaga atau siapa saja  yang memerlukan peningkatan keterampilan.

Saat ini, tambahnya yang harus dipikirkan adalah membangun ekosistemnya, dan menyediakan lebih banyak dukungan yang lebih kuat terhadap BLK dalam mengembangkan program pelatihan vokasi.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar