Pemkab berikan bantuan sapi putih dongkrak populasi

id Sapi

Ilustrasi, sapi putih. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/kye/17)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan bantuan 55 ekor sapi putih kepada 11 kelompok guna mendongkrak pertumbuhan populasi sapi di wilayah itu.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Nur Syamsu Hidayat di Kulon Progo, Rabu, mengatakan sapi putih sangat cocok sebagai sapi indukan dibandingkan sapi merah.

"Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan populasi sapi putih di Kulon Progo, karena populasinya tinggal 20 persen dari jumlah populasi total sapi sebanyak 52 ribu ekor," kata Nur Syamsu.

Ia mengatakan sapi putih yang merupakan sapi lokal di Indonesia harus dilestarikan, karena mudah beradaptasi dengan kondisi cuaca panas. Hal ini berbeda dengan sapi merah sebagai indukan, saat kondisi panas dan pakan tidak mencukupi akan menggagalkan kebuntingan.

"Sapi putih lebih cocok untuk indukan. Petani boleh melakukan inseminasi buatan sapi merah, dengan catatan sapi indukan adalah sapi putih," katanya.

Sebelum 2017, lanjut Nur Syamsu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menggalakkan bantuan sapi putih kepada peternak, khususnya di Kulon Progo. Bantuan sapi tersebut berdampak pada percepatan pertumbuhan populasi sapi di wilayah ini.

Di Kulon Progo pernah dikembangkan kawasan peternakan sapi putih, sehingga mendongkrak populasi setiap tahun meningkatnya sangat signifikan. Namun, sejak bantuan sapi putih dihentikan dan beralih ke program sapi indukan wajib bunting (SIWAB), populasi sapi di Kulon Progo tidak lagi sebesar sebelum 2017.

"Kami berharap pemerintah pusat kembali memprogramkan bantuan sapi populasi sapi putih untuk mendongkrak populasi sapi. Kami juga berharap ada bantuan pengembangan kawasan sentra pakan, sehingga dapat mencukupi kebutuhan pakan ternak," katanya.

Salah satu peternak di Kecamatan Pengasih, Siswo Tukino, mengatakan peternak tidak akan memelihara sapi putih kalau tidak dibantu pemerintah. Menurutnya, harga jual sapi putih sangat rendah dibandingkan sapi merah, sehingga petani enggan memelihara sapi putih.

Ia mencontohkan harga sapi anakan umur enam bulan, sapi putih dihargai Rp7 juta hingga Rp9 juta, kalau sapi merah bisa mencapai Rp13 juta. Selisih harga sapi merah dan sapi putih berkisar Rp5 juta.

"Petani enggan memelihara sapi putih, kalau tidak dibantu pemerintah," katanya.


(KR-STR) 15-08-2018 07:15:39



 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar